Mencoba Memperbaiki Diri

Akibat salah Berdoa


Kadang-kadang dalam berdo,a kita minta segala-galanya, kita ingin mendapatkan yag terbaik. Oleh karena itu tanpa sengaja kita sering mendikte Allah. Berikut ini ada beberapa cerita tentang do,a yang dikabulkan Allah.

Temanku katakanlah namanya mbak Tatik. Beliau seorang istri sholihat, beliau sepertinya hidup dalam rumahku surgaku. Karena beliau orang selalu bersyukur terhadap segala sesuatu yang diberikan Allah. Beliau menghormati suaminya tapi beliau juga bisa memberikan koreksi jika suminya salah. Dan suaminyapun juga suami yang sholeh. Jadi kalau aku main kerumah mbak Tatik, aku menelpon dulu, aku tanya suaminya sekarang ada di rumah nggak? Kalau suaminya nggak ada baru aku main ke sana. Kalau sampe sana aku bertanya lagi, “suamimu pulangnya jam berpa?” Misalnya pulangnya jam tiga maka kurang lebih jam setengah tiga aku sudah pulang. Hal ini aku lakukan karena suami temanku itu sholeh banget dia selalu menjaga pandangan, menjaga hati, menjaga lisannya, hormat banget sama ibunya. Dia seminggu sekali pasti ke rumah ibunya hanya sekedar untuk memijiti ibunya, memotong kuku ibunya, ngramasi ibunya, membelanjakan semua keperluannya selama seminggu, mendengarkan keluh kesahnya.

Makanya ibunyapun sayang banget dengan anaknya, tahun kemarin suami temanku haji yang membiayai ibunya. Sebelum berangkat ke tanah suci suami temanku berkata pada istrinya, “aku pergi haji untuk beribadah bukan untuk belanja, jadi jangan minta oleh2 dari mekah. Aku ke Mekah cuma mau beli oleh-oleh untuk ibu, kamu disini yang belanja untuk oleh2 tetangga.” Setelah gajian maka suami temanku itu memisah-misahkan uangnya sekian persen untuk keperluan rumah tangga, sekian persen untuk anak yatim dan janda-janda miskin, sekian pesen untuk dakwah. Jadi bagi beliau tidak ada istilah tidak infak karena tidak ada uang karena sebelum uang tersebut dibelanjakan sudah diinfakkan. Yang belanja beli susu, beli beras, dan belanja macam-macam itu suaminya, istrinya dirumah merawat anak, cuma keluar untuk belanja sayaur kalau pagi hari. Karena baik banget maka keluarga ini sering dimanfaatkan tetangganya. Misalnya ada tetangga menyuruh beli sesuatu dengan mengiba-iba dengan mengatakan anaknya sakit dan lain sebaginya. Dan mereka takut kalau tidak menolong, mereka berpikir kalau ternyata memang orang anak tersebut sakit benaran bagaimana? dia khwatir nanti dimurkai Allah karena nggak menolong. Tapi kalau dikasih kok setiap harinya mintanya.

Rumah tangga itu adalah rumah tangga yang menegakkan aturan Allah. Ketika hamil anak pertama mbak Tatik berdo,a, “Ya Allah bebaskanlah aku dari rasa sakit sewaktu melahirkan.” Do,a mbak Tatik didengarkan dan dikabulkan oleh Allah. Mbak Tatik melahirkan dengan posisi bayinya Sungsang jadi menurut saran dokter dia harus Ceaser.

Setelah itu dia dan suaminya berpikir, “kenapa kok istriku harus Ceaser, kesalahan apa yang telah kami lakukan?” Akhirnya sang istri menemukan jawabannya, mas mungkin aku ceaser karena selama aku hamil aku selalu berdo,a Ya Allah bebaskanlah aku dari rasa skit ketika melahirkan. Oh iya mungkin karena itu kali ya.

Ketika hamil anak berkutnya dia berdo,a Ya Allah permudahlah kelahiran anak saya. Akhirnya anak kedua dan ketiga lahir normal. Jarak antara anak pertama dan kedua 3,5tahun jadi menurut dokter dia sudah bisa melahirkan normal.

Kadang kala dalam do,a kita ingin mendapatkan yang ter tanpa cela sedikitpun padahal hal itu tidak mungkin terjadi di dunia ini. Seperti mbak Tatik minta melahirkan normal tanpa rasa sakit hal itu jelas tidak mungkin. Setiap pilihan pasti ada resikonya misalnya lahir Normal, dia harus berani menahan rasa sakit ketika melahirkan. Kalau ceaser memang tanpa sakit sewaktu operasi tapi setelah operasi tersiksa karena sembuhnya lebih lama daripada yang normal. Pilihan yang ter tanpa cela hanya ada di surga.

Contoh yang lain lagi, temanku seorang akhwat dan nilai-nilainyapun bagus banget, karena Ipnya selalu diatas 3. Kuliah diperguruan tinggi ternama Katakanlah namanya A. Waktu itu dia berkata diantara teman-temannya, “aku nanti nggak mau dapat suami ikhwan.” Kenapa? tanya temannya. Karena kalau dapat suami ikhwan aku khwatir dia kecewa denganku. Mungkin aku tidak sebagus yang dibayangkan. Terus B komentar, “Iya aku juga takut dapat suami ikhwan, soalnya ikhwan itu kan selama ini nafsunya terkekang, wah nanti kalau sudah menikah gimana…? Waktu itu aku cuma diam karena aku waktu itu sholatnya masih bolong-bolong cuma magrib tok, jadi bisa dibilang aku adalah wanita paling tidak sholihat diantara teman-temanku. Karena aku jarang sholat, tapi kemana-mana pake jilbab, judule bocah kesruh. Iya waktu itu aku memang “gila” aku belum dapat hidayah. Aku pake jilbab mulai kelas 2 SMA karena waktu itu aku merasa pake jilbab itu dingin, maklum daerahku sangat panas.

Nggak lama dari itu aku berkata kepada mereka, “aku mau dapat suami yang sholeh, aku mau dapat suami ikhwan.” Semua teman-temanku meringis mendengar kata-kataku, hah apa kamu dapat suami ikhwan? Iya aku mau dapat saumi yang sholeh, yang taat beragama karena yang kelakuannya tidak baik itu bukan hanya ikhwan tapi laki-laki biasapun ada kelakuannya tidak baik. Kalau aku dapat laki-laki biasa dan akhirnya ketahuan ternyata laki-laki itu kelakuannya tidak baik, terus apa yang bisa aku dapat dari dia? tidak ada, sama sekali tidak ada. Masih mending kalau ikhwan misal kelakuannya kurang baik tapikan dia masih punya sholat, masih ada agamanya. Sebenarnya waktu itu aku kecewa sekali dengan temanku tak pikir dia laki-laki yang baik dan sabar karena selama ini memang seperti itu ternyata nggak seperti yang aku bayangkan. Sepertinya setelah mendengar pernyataanku, seperempat diantara temanku ada yang berpikir kok bereani-beraninya mau dapat suami ikhwan wong kamu nggak pernah sholat gitu, mungkin yang seperempat lagi berpikir, anak seperti itu kok mau dapat suami ikhwan aku saja yang selalu sholat nggak mau dapat ikhwan, yang setengahnya lagi mungkin berpikir, ikhwan mana yang mau sama wanita nggak pernah sholat. Tapi apapun kata pikiran mereka aku tidak peduli

Tapi aku bersyukur karena kejadian diatas, Alhamdulilah dari hanya modal sedikit niat akhirnya Allah membimbingku kearah yang benar dan ini adalah titik balik dari kehidupanku. Sedikit demi sedikit Allah membimbingku kearah yang benar. Akhirnya aku tahu kalau yang namanya pria atau wanita yang melakukan sholat dengan sebenar-benarnya pastilah moralnya bagus, karena Allah memang memerintahkan begitu. Dan tidak ada jalan bagi mereka kecuali Al-Quran dan Hadits.

Dan sekarang aku tahu perintah Allah janganlah menjalankan agama Islam untuk mendapatkan jodoh, karena jika kamu menjalankan Islam hanya untuk mendapatkan jodoh maka hanya jodohlah yang akan kamu dapat. Tapi jika kamu menjalankan Islam karena Allah maka kamu akan mendapatkan Surga dunia dan akhirat. Jika seorang hamba mencintai Allah maka Allah akan membalas cinta hambanya, Dia akan memerintahkan Malaikat untuk memerintahkan seorang manusia yang bertaqwa untuk mencintai orang tersebut. Allah tidak akan menyia-ntiakan cinta hambanya. Jadi sekarang marilah kita bertanya pada diri sendiri dimanakah cinta kita berlabuh?
Baiklah kita kembali ke cerita awal, waktu itu aku wanita yang tidak pernah sholat tapi aku ingin diriku menjadi baik dan Alhamdulilah Allah membimbingku kearah yang benar.

Sementara A yang waktu itu jauh lebih baik daripada aku, tapi dia berpikir dan berkata kalau dia tidak mau mendapatkan suami ikhwan. Akhirnya Allahpun mengabulkan do,a tersebut, dia dapat suami dari smsan dan suaminya secara agama dan yang lainnya jauh dibawahnya. Misalnya untuk agamanya kadang suaminya sholat dan kadang nggak seperti aku waktu dulu. Dan A tinggal dirumah mertuanya sehingga mau, nggak mau dia ikut kebiasaan di sana misalnya acara 7 bulan kehamilan dan lain-lain. Karena memang nggak ada pilihan yang lainnya lagi, dia cuma sendiri nggak ada temannya untuk mempertahankan agamanya.

Ditempat yang lain lagi, ada seorang wanita hafal Quran dilamar oleh ikhwan hafal Quran tapi dia nggak mau karena ikhwannya miskin. Setelah menolak ikhwan tersebut, dia dapat suami sopir bis. Cobalah kita lihat seorang Hafid tergantikan dengan sopir bis, bukankah ini suatu hal yang tragis. Janganlah kita berbuat semena-mena terhadap orang lain karena bisa jadi Allah tidak terima terhadap apa yang kita lakukan. Kalau Allah marah maka hal ini akan sangat berbahaya. Orang lain tidak akan bisa menyakiti kita tapi Allah Maha mampu menjungkir balikkan diri kita.

Kita harus berhati-hati dalam berpikir dan berkata-kata karena semua yang kita katakan di Amini oleh Malaikat. Dan Allah melihat semua yang kita ungkapkan atau yang kita pendam dalam hati.

Pikiran yang berbeda akan menghasilkan hasil yang berbeda. Yang Anda pikirkan itulah yang akan menjadi kenyataan. Kendalikan cara berpikir Anda karena Andalah yang bertanggungjawab terhadap semua yang Anda pikirakan. Tak ada satu pikiran negatifpun bisa masuk kedalam pikiran Anda selama Anda tidak mengizinkannya masuk. Andalah yang bertanggungjawab terhadap hidup Anda.

masytoh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s