Mencoba Memperbaiki Diri

Analogi tentang “Belajar dari alam yang ada di sekitar kita”


Bismillahirrohmanirrohim.

Ikhwah, Kita sama-sama meyakini bahwa tidak ada dalam dunia ini yang telah diciptakan oleh Alloh adalah sesuatu yang sia-sia. Baik itu benda hidup, benda mati, benda yang hidup kemudian mati, benda yang terlihat, maupun yang tidak dapat terlihat. Semua pasti ada hikmah dan ilmu yang tersembunyi yang harus digali oleh makhluk yang bernama manusia, guna kebaikan hidupnya di dunia, dan kebahagiaan di akhirat.
Ini tulisan bebas, yang semoga bermanfaat buat kita semua, jadi harapannya temen-temen bisa menambahkan analogi dari sudut pandang temen-temen sendiri terhadap alam yang ada di sekitarnya masing-masing.

analogi

Kita mulai aja ya…karena saya sekarang bekerja dan tinggal di daerah perkebunan tebu, jadi saya mulai dari tumbuhan yang paling dekat. Tebu…

1. Tebu

Yang pertama : Pada bagian bawah ruas tebu yang paling bawah, yang tumbuh akar-akar, itu terdapat puluhan akar. Tahukah wahai saudaraku, bahwa hanya sebagian akar saja yang tumbuh panjang lalau menembus tanah, dan berfungsi sebagaimana fungsi akar pada umumnya, sedangkan yang lainya tetap pendek. Akar yang pendek ini tetap seukuran itu selama akar-akar yang memanjang tersebut tidak rusak. Jika akar yang panjang tersebut terpotong atau rusak, barulah akar-akar yang pendek tadi siap menggantikanya.

Hikmahnya : Para generasi muda hendaknya menghargai para generasi yang lebih tua, dengan selalu mempersiapkan diri agar ketika tiba waktunya, maka ia lebih baik dari generasi yang digantikanya. Tidak “Slonong Boy” tanpa memperdulikan akhlak dan etika karena merasa lebih pintar dari pada generasi pendahulunya. Tidak juga berleha-leha karena merasa pekerjaanya ada yang mengerjakanya.

Yang Kedua : Cara menanam tebu tidak ditancapkan berdiri tapi ditidurkan dengan panjang satu atau dua ruas, yang bertujuan nantinya akan tumbuh indukan dan anakan. Dari hampir setiap varietas tebu yang saya perhatikan, bahwa indukan tebu pasti lebih kurus dibandingkan dengan anakannya, tetapi kandungan gula yang ada didalamnya dapat dipastikan lebih banyak dari pada yang ada pada anakannya.

Hikmahnya : Bagi teman2 yang sudah menjadi orang tua, haruslah lebih mengutamakan kepentingan anaknya dari pada kepentingan pribadinya (masa’ kalah sama tebu…yang rela menghisap lebih sedikit air demi anak-anaknya). Tentang kandungan gula pada indukan yang lebih banyak dari pada anakkan, yaitu para orang tua selayaknya memiliki kebijaksanaan dan kedewasaan yang lebih baik agar dapat membesarkan anak-anaknya untuk lebih baik dari pada mereka.

2. Setrika atau Gosokan

Temen2 pasti tau gosokan pa lagi yang akhwat, yang namanya setrika atau gosokan, bisa meluruskan atau melicinkan pakaian yang kusut hanya jika setrika dalam keadaan panas. Jika Setrika nya gak panas, mungkin bisa juga, tapi pasti butuh waktu yang lama dan tenaga yang luar biasa. Tapi ingat, tingkat kepanasanya harus sesuai dengan jenis bahan pakaian yang akan di strika, dan faktor waktu juga sangat menentukan hasil penyetrikaan. Jika semua itu tidak tepat, bukanya menghilangkan kusut justeru membuat lubang dan warna baru di pakaian kita.

Hikmahnya : Dalam berdakwah, kita harus tau kapasitas diri kita, kita tidak akan dapat “meluruskan” orang lain kalau kita sendiri “kosong”, dan dalam menghadapi orang, tentu saja tidak bisa diperlakukan sama, semua punya karakter, pola pikir, pengalaman, gaya hidup dan lain sebagainya yang pasti berbeda. Kalau kita berdakwah dengan cara yang sama terhadap semua orang yang berkarakter, pola pikir, pengalaman atau gaya hidup yang berbeda, kemungkinan besar dakwah kita hanya dapat menyentuh sebagian golongan saja.

Begitu juga dengan waktu dalam berdakwah, jangan sampai ilmu yang hendak kita sampaikan justeru malah membosankan bagi mereka, sehingga mereka jenuh dan akhirnya baru ngedenger kata “dakwah”, “tarbiyah”, atau “pengajian” saja sudah membuat mereka alergi.

3. Penggilingan Padi atau gabah Tradisional

Coba temen2 ambil sebiji padi atau gabah lalu pukul dengan Alu (alat pemukul penggilingan padi tradisional). Apa yang akan terjadi…? Pasti 1000,1% itu padi akan hancur lebur, dan kita tidak bisa mendapatkan beras. Tapi coba ambil sekarung padi atau gabah, taro di sebuah lesung atau lumpang lalu tumbuk dengan Alu, maka yang terjadi adalah akibat pergesekan antara gabah yang satu dengan gabah yang lain, maka kulit-kulit gabah akan terkelupas, dan dapat dihasilakan padi. Yang nilainya pasti lebih mahal dari gabah.

Hikmahnya : Sesama ummat Islam jangan takut ada perbedaan pendapat, yang paling penting adalah Ukhuwah Islamiyah-nya. Jika ada perbedaan pendapat, kita cari jalan keluarnya, justeru masalah-masalah itulah yang akan melahirkan ilmu, pengalaman, dan mengasah kebijaksanaan diantara kita. Tapi kalau kita memisahkan diri dari saudara kita sendiri, maka dapat dipastikan ketika musibah, cobaan, atau serangan dari musuh datang maka hancurlah kita. Harimaupun memangsa hewan buruanya yang lepas dari rombonganya.

4. Cahaya

Jika kita berjalan di kegelapan malam, dengan berkendaraan (khususnya motor) dimana dijalan itu tidak ada lampu jalannya. Dikanan kirinya hanya perkebunan yang luas. Tetapi kendaraan yang kita kendarai dalam kondisi baik dan ada lampu yang baik pula pada kendaraan kita, maka kita tidak akan khawatir akan salah jalan. Walaupun di depan terlihat sangat gelap dan tidak terlihat jalan yang akan kita lalui, ketika kita memutuskan untuk terus jalan, maka seiring dengan laju kendaraan kita itu, jalan yang akan kita lalui akan terlihat dan kita akan sampai pada tujuan kita Insya Alloh dengan selamat.

Hikmahnya : Jalan hidup ini panjang, hari esok, jam, bahkan menit dan detik yang akan datang kepada kita kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi pada diri kita.

Tapi jika kita ada bekal Iman yang terang didalam dada, maka kekhawatiran hidup akan sirna, Kita coba dan terus mencoba menjalani hidup ini, maka Alloh pasti menerangi jalan kita dengan Cahaya Hidayahnya yang tidak ada satu cahaya pun yang dapat menendinginya.

Jadi Tidak Ada Jalan untuk berhenti apalagi mundur kebelakang, Dosa dan kekelaman yang sudah terjadi biarlah menjadi pelajaran berharga bagi diri kita, detik demi detik selanjutnya adalah untaian dzikir dan taubatan nasuha. Untuk mencapai tujuan, Dia, Yang Maha Memiliki Cahaya….

nadwahfathon – myQ Pro-Aktif

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s