Mencoba Memperbaiki Diri

Dibalik Taubat


Kuperhatikan banyak sepasang muda-mudi tengah mengadu cerita dan tawa di taman kota. Di atas rumput dan di bawah pohon-pohon sambil mengukir nama-nama mereka di sana, agar kelak jika waktu usang akan mengingatkan mereka kepada sebuah kenangan yang pernah mereka lukiskan.Terpatri dalam bumi jika kami pernah menginjak kaki di bumi formosa dengan sejuta tawa duka dan kerja keras .

Dengan memakai jeans putih dan kaos loreng hitam putih.Rambut panjang tergerai melebihi bahu ku ikat dan kuserasikan dengan topi berwarna putih.Derap langkah kaki kami berlima memasuki lorong sempit yang disampingnya berderetan gedung tinggi,Disitulah tempat hiburan dan rumah makan yang dijual para indonesian yang merantau di negri Bo Bo Ho.Kuambil barisan kursi dan duduk di ujung ruang sambil kubuka buka majalah yang didatangkan dari negriku..

white-rose

white-rose

”Yayu Nana arep mengduwur ora”Tanya Deta mengajakku kelantai atas yakni tempat karaoke,sedang lantai tiga tempat disco dan latihan band.

”Oalah Ta..kaya pernah ndeleng aku manek nduwur wae”Jawabku sedang mataku masih pada buku ditanganku kalau tidak salah buku hidayah namanya.Bertahun tahun tinggal di formosa tidak pernah sekalipun naik ke lantai dua apalagi kelantai tiga.Cukup lantai satu tempat tongkronganku untuk membaca buku dan makan makan.Ataupun jenuh paling paling keliling taman ngincerin orang pacaran.

Suasana weekend seperti ini adalah acara rutin bagi kami.dengan semangat untuk bersaing dalam jogetan mereka bertiga Deta,NiNi,Euis segera naik ke lantai atas.Meninggalkanku dan mujaroh di bawah yang masih menikmati menu siang ini.Kebiasaan mereka bertiga berjoget ria sudah kuhapal karena kami hidup dalam satu atap telah hampir dua tahun.Mulai dari tidur,masak,dan mengerjakan pekerjaan kami selalu berbagi.

”Na..Kadang aku malu liat saudara kita disini dengan segala tingkahnya”Suara Yayu jaroh memulai percakapan membuatku menutupkan buku yang kubaca.Mungkin merasa malu karena hal yang tak patut justru di lakukan,ketika alcohol bagai air mineral,ketika yang dilarang kini dianggap hal yang wajar.

”Biarin aja lah Yu sing penting aja melu melu wae”jawabku dengan mengalihkan perhatian pada lalu lalang rekan rekan yang siap berjoget ria menunjukan kemampuan jogetannya.Suara dentuman music memekikan telinga hingga aku dan jaroh segera beranjak menuju taman yang yang lebih nyaman.

”Yayu Nana..Sampeyan mulih sik yo,kita bertiga pulangnya nanti malam,mumpung besok masih libur”Deta memberitahuku lewat Hpku.ku susuri lorong sempit itu meninggalkan dentuman yang sesak.berlalu dengan jaroh menuju halte ke arah nantikan bis yang akan membawaku ke tempat kost an.

Kehidupan adalah sebuah lilin besar. Sumbunya adalah waktu yang menghubungkan masa lalu dengan hari ini. Parafin yang membungkus sumbu itu adalah hidup kita. Semakin banyak waktu yang berlalu, maka semakin tipis api waktu akan memakan hidup kita.Tanpa tersadar saat lilin termakan api cahaya nya kian redup mendekati mati.

Malam kian larut,suara bisingnya kendaraan diluar kian meredup yang terdengar hanya suara jaroh dengan dengkuran kecilnya.Barulah selesei kutulis diaryku salah satu kebiasaanku dimalam hari selalu mencatatkan segala kejadian yang terjadi hari ini.Kubuka sedikit pintu kamarku saat kudengar suara pintu terbuka,Kulihat Deta bertiga pulang dengan sempoyongan diantar oleh dua pria yang sudah kukenal sebelumnya yakni Dino dan Joni.Sengaja kuhanya mengintip dibalik celah karena kutahu jika kuhampiri mereka hanya membuat hatiku jengah bahkan timbul rasa ingin marah.

Itulah kebiasaan mereka menghabiskan weekend hingga malam kala rembulan akan kembali keperaduannya.Termenung dibalik selimutku sudah kubayangkan apa yang terjadi dikamar sebelah,Saat tinggal sekamar dngan pria yang bukan suaminya dalam keadaan tidak sadar dibawah pengaruh alkohol yang mereka reguk.Bayangan yang menakutkan membuat kantuk menghampiriku dan membawaku jauh selami dunia impian yang jauh dari semua kepenatan.

”Pagi Yu nana”Sapa Dino keluar dari kamar Deta dengan hanya menggunakan sarung kotak abu abu.Kebiasaan Dino untuk menghabiskan weekend di kost an kami bermalam di kamar Deti pacarnya.Begitu juga joni yang selalu bermalam dikamar Euis sebagai liburan dan mendapatkan pelayanan romantis dengan gratis.Mereka memanggilku dengan sebutan Yayu karena aku dan jaroh lebih tua dari yang lainnya.

”Ehm..Lain kali kalian mesti bayar upeti padaku karena semalaman jagain pintu nunggu kalian”Jawabku dengan sedikit canda yang kurasakan kaku.Jaroh disampingku mengiyakan apa yang kukatakan.Doni dan joni hanya memberikan satu cengiran tanpa malu.

Rencana hari minggu ini telah kami susun dengan acara ke pantai untuk BBQ.Segala persiapan telah terkumpul mulai dari dari ikan hingga bahan sambal.
Ku kemasi barang pribadiku,tikar lipat,laptop,bantal kecil dan alat kecil lainnya yang biasa tersedia di tas kecilku.Kuselipkan baju renang yang biasa kubawa meskipun jarang kugunakan Karena aiku tak bisa berenang.Kulihat juga mereka pun telah siap dengan barang dan bekal masing masing..

”Yayu Jaroh..nitip gelas cantikku dong”Suaraku seraya menyerahkan gelas kepunyaanku pada jaroh yang hanya bawa tas kecil.

”Halagh nich anak kebiasaan banget,kalau bepergiaan kebanyakan barang kayak mau pindahan”sela jaroh Dengan sedikit ngomel..

Kalau saja aku dapat berlari secepat kilat, tentu aku tidak akan berjubel di atas bus kota dengan besi-besinya yang telah rapuh dan menua.Kalaupun aku tak dapat terbang dengan sepasang sayap, untuk sampai di pinggiran pantai, biarlah aku berjalan kaki walau harus menempuh jarak yang menuntut jutaan peluh.Bus Tua yang membawaku tibalah di mulut pantai kulihat ramah dengan suara deburan ombaknya yang menyambutku..

”Yu Nana..yayu yang nyalain areng ya”Euis menyuruhku untuk membakar areng sedang yang lainnya sibuk membuatkan tusukan sate.

”Iya…Yu jaroh tolong bukakan laptopku ada conect gak dimari”Jawabku seraya menyuruh jaroh untuk membuka kan laptopku.Yang ternyata tiada jaringan hingga percuma saja bawa laptop kepantai.Semuanya menertawakan kebodohanku yang mmebawa laptop tak bisa digunakan.

Acara BBQ selesai.Masih kudengarkan sebuah lagu lawas ^kemesraan ini janganlah cepat berlalu^ Terhanyut dalam tembang lawas iiringi angin pantai yang menina bobokanku.Membuatku sedikit ngantuk dan hampir terlelap.Sedikit marah merasa kesal karena kantukku dibuyarkan oleh sura Deta yang menghampiriku.

”Yu NaNa..Aku pengen ngomong”Deta merangkulku dari belakang.

”Halagh tumben amat Ta,mau ngomong apa sih kayaknya penting amat”Jawabku dengan sedikit heran.

Dengan raut sendu Deta minta maaf jika dirinya sempat berbuat kesalahan padaku.Bahkan kulihat Deta menitikan airmata bahwa ia merasa dirinya penuh noda dan dosa.Ketika ia sadar apa yang dilakukannya dengan Dino semalam,Ketika ia sadar barang yag haram telah ia halalkan.Tangis Deta dipinggir pantai terhenti ketika Euis datang menghampiri kami.

”Kenapa si Deta Yu,Oh lagi mau taubat rupanya ya”Ucap Euis dengan sedikit canda dan ngakak.

”Iya Yu Euis,Deta mohon maaf ya Yu, kalau sering jengkelin yayu ”Sambung Deta dengan melanjutkan Sisa tangis.Sesaat waktu Doni datang menghampiri dan menarik lengan Deta mengajaknya ke pinggiran pantai untuk berenang.Sedangkan aku dan jaroh hanya menyaksikan langkah mereka yang saling bergan dengan tangan.

Ku ikuti langkah mereka dari belakang.Semilir angin pantai terasa lembut kurasakan,Menyapu rambutku yang tergerai panjang.Langkah kaki terhenti kala suara Deta memanggilku untuk meminjam baju renang yang ada di tasku.

”Ambil aja sendiri Ta”jawabku malas seraya terus melanjutkan langkahku menikmati indahnya panorama pantai dengan sedikit sinar mentari yang hampir tenggelam.

Kulihat dari kejuhan Deta dan Dino telah asyik bermain air pantai.Gelak tawa dan suara manja Deta kudengar jelas hingga akupun turut tertawa menyaksikan tingah mereka yang mirip bocah balita saling berkejaran manja.Jaroh datang membuyarkan lamunanku dan memberikan satu kota juice guava kesukaanku.

Dengan jelas kudengar suara peringatan petugas pantai agar wisatawan dilarang mendekati pantai karena ombak tengah besar dan sangat berbahaya Barulah akan kuberitahukan Deta,Suara Euis yang masih memakai baju renang datang menangis menghampiriku.

”Yu NaNaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,Deta Karo Dino kegawa ning ombak”Jeritan Euis membuat juice yang kupegang jatuh diatas butiran pasir.Berita yang Euis bawa membuat degup jantungku berasa berhenti .tumitku lunglai tiada lagi sisa tenaga untuk berpijak.

”Gagih lapor yu”Euis kembali bersuara dan menyuruhku segera melaporkan hal hilangnya Deta Dan Dino pada petugas pantai sore itu.

Dengan sigap pencarian segera dilakukan.Berlari lari kecil seraya suaraku menyerukan nama Deta Dan Dino.Ratusan kali kuTeriakan nama mereka tiada jawaban Yang kudengar hanya suara deburan ombak yang tiada lagi bersahabat sebagai sambutan.Pencarian selama tiga jam tidak membuahkan hasil dan kami berlima hanya bisa menyimpan tangisan dukanya masing masing dalam hati.

Kuberitahukan identitas mereka pada petugas dan kami berlima menyusuri jalan setapak meninggalkan pantai yang telah membawa sahabat kami.
Langkah dalam kebisuan hingga tiba di tempat persemayaman kami tetap diam dalam duka.Masing masing hanya helaan napas panjang yang kudengar.

”Yu NaNa..Deti saiki ning endi ya”Euis datang dalam Raungan tangis menghamburkannya dipundakku.

”Sudahlah Is..kita menangis Deti dan Dino tak akan lagi kembali,yang harus kita pikirkan bagaimana kita harus memberitahukan keluarganya di rumah” Jawabku berusaha tegar

Segala masalah Hilangnya Deti Dan Dino langsung kuhubungi depnaker dan perusahaan yang memberangkatkannya.Hingga masalah Hilangnya mereka telah ditangani oleh petugas dan membuat kami sedikit lega atas segala perhatiaanya.

”Kringgggg kringggggggg kringggggggg kringggggggggggggggggg”Suara panjang telpon kost an kami pagi itu.Kuangkat dan kujawab ternyata penelpon memberitahukan hal jika dino dan Deta telah ditemukan.

”Heeeeeeeei Heeeeeeeeeei Heeeeeeeeeeeeeeei bangun bangun bangun”Suaraku membangunkan mereka berempat untuk segera cuci muka dan beranjak melihat Deta dan Dino yang telah diketemukan…

”Yu Na..Ono opo toh Yu, isih esuk wis ribut”Euis terbangun dengan masih mengucek mata yang disusul oleh Nini dan yang lainnya.

Kujelaskan apa yang kudengar dari telpon barusan yang mengatakan jika Deta Dan Dino telah ditemukan.Dengan bergegas Kami Berlima sengaja cuti kerja untuk memenuhi panggilan petugas.Kulihat dari pihak depnaker dan Agency telah berada ditempat sebelum kami tiba.

”Taaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”Teriak Euis dan Nini merangkul Deta yang telah membujur kaku.

Pandanganku tertuju pada matanya yang membelalak dan mulutnya yang menganga.Satu pemandangan yang membuat bulu kudukku merinding,
Wajahnya penuh goresan seperti luka benturan,Baju renangku yang ia pinjam ada sedikit robekan,Air mata yang kutahan tak mampu kubendung lagi dan akhirnya berlinang mengalir deras tanpa suara.Sakit kurasa kala harus kehilangan sahabat yang kemaren sore meminta maaf pada dan merangkulku dari belakang.

”Dinnnnnnnno..Ora nyangka kowe mati koyo ngene No”Ucap Joni dengan suara datar.Keadaan Dino tidak jauh beda dengan keadaan Deta.Sepasang kekasih yang tinggal bersama selama dua tahun dan kini wafat dengan kisah sama terseret ombak yang mengembalikannya tak lagi bernyawa.

Kedua jenazah dibawa ketempat pembekuan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan.Pihak depnaker dan petugas memtuskan akan memulangkan jenazah mereka seminggu kemudian.Dalam diam penuh keheningan kami hanya mampu bercengkrama dengan peti mati yang ada didepan kami.
Berbagai sesal ,takut,dan rasa bersalah berbaur jadi satu hingga air mata terus mengias raut kami hari itu.

Seminggu berlalu dan kedua jenazah tiba dirumah masing masing hari itu.Tak kubayangkan perasaan sedih keluarganya ketika putra putrinya datang tanpa nyawa.Deta Dan Dino berasal dari satu kampung yang telah saling mengenal sebelum datang ke Formosa,hingga tak merasa heran keduanya sangat sulit dipisahkan.

Tiga Bulan Kemudian
Sejak kehilangan Deta Dan Dino,Aku tetap memilih tidur dengan yayu Jaroh sedangkan Euis menyuruh Joni untuk tinggal dikamarnya.
Beda dengan Nini yang memilih tidur dengan tape radio nya yang di nyalakan dengan suara keras membuat gendang telinga kami hampir pecah.

”Yu Nana…Tolong Semirkan rambutku dong”Suara Euis menghampiriku seraya tangannya membawa semir rambut berwarna coklat dan menyerahkannya padaku.

”Ya Boleh lah asal ada segelas latte panas aja sebagai upetinya”Jawabku penuh harap.Dan Euis pun segera berlalu dan kembali dengan kopi
pesananku,Euis berambut pendek dengan warna coklat kesukaanya yang selalu menyuruhku menyemirkan warna rambut tiap akhir bulan.
Hingga kuhapal kapan jadwalnya Euis mewarnai rambut.

Besok Acara Milad Euis yang akan di rayakan di tempat karaoke yang biasa mereka datangi kala acara weekend.Seperti acara tahun lalu yang dirayakan ditempat yang sama,Namun sayang milad tahun lalu aku tidak datang karena tengah lembur kerja.

”Is,,milad cake nya aku yang belikan sebagai hadiah kecil kecilan dari Yu Nana ya ”Ucapku dengan harap euis mengiyakan usulku.

”Wuaaaaaaaaaah makasih yu,Tapi sepertinya euis akan berangkat dulu ketemu teman yang lain”Jawab euis dan menyuruhkan membawa cake nya kalau teman temannya sudah bubar.Karena euis menginginkan cake yang kubeli hanya dinikmati teman se kost nya saja.

Kulihat joni tersenyum dari tadi dan ditangannya ada bingkisan kecil berpita biru.Kuhampiri sambil menyisirkan rambutku yang baru saja kukeringkan.
Rupanya bingkisan ditangannya adalah sebuah cincin yang akan ia berikan untuk Euis di miladnya esok hari dan sekaligus akan menyatakan ingin menikahi Euis setelah setahun hidup bersama di kamar sebelah.

”Oh..Baguslah kalau kamu mau menikahi Euis,akan lebih baik nikah biar hubungannya jelas”Ujarku dengan sok tahu.

”Lah Yayu iki piye toh,la wong aku karo Euis kaya laki rabi masa ora tanggung jawab”Jawab joni dengan sedikit laga mirip pahlawan.

Jaroh hanya ikutan mesem kecut ketika joni mulai mengekspresikan kata kata yang akan ia ungkapkan esok hari di milad kekasihnya Euis.Dengan sedikit kata kata yang puitis kuajari ia menuliskan bait romantis untuk membuat Euis terharu bahkan ingin membuat Euis menangis.tertawa lucu ketika kata kata romantis ngegombal dikit kuberikan pada joni yang telah siap dengan kertas kecil dan pena ditangannya.

Rembulanku engkaulah cahaya yang selama ini kucari
Aku tak bisa meneruskan perjalanan tanpa sinar yang kau pancarkan


Kata kata rayuan gombal tertulis dikertas berwarna pink.Terpancar sejuta harapan diwajah joni yang dari tadi terus tersenyum membaca ulang kata kata yang ia tuliskan.Malam kian merangkak petanda bising kendaraan akan tergantikan suara detak jam yang bergelayut di sudut ruang.Kutatap langit langit kamar dalam sunyi walau masih kudengar suara tawa Euis yang tengah di gombalin joni.

”Yu NaNa..kenapa ya hari ini kok aku kok lemes banget”Dengan raut kusut euis datang menghampiriku di meja makan.

”Halagh paling ngidam is,MC mu wis teka durung”Jawabku sembarang tanya,Memang kulihat hari ini Euis sedikit lemas dan kulihat rautnya sedikit pucat bagai tak bergairah.Cakap pagi itu Euis mengatakan jika hatinya merasakan selalu berdebar kencang dan merasa seperti ada rasa takut yang mengejar.

”Itu tandanya sore nanti ada yang mau ngasih hadiah is”Joni menimpaliku keluar dari kamar Euis yang sudah rapi dengan kaos putih dan celana hitam.

Kedatangan Joni cukup membuat Euis kembali tersenyum walau sedkit dipaksakan.Joni masih merahasiakan kado untuk Euis dan akan diberikanya nanti sore saat acara potong cake di tempa karaoke.Persiapan sore nanti semuanya telah diatur dan kupesan milad cake beraroma strawberi kesukaanya.
Cukup sebait kata yang kutuliskan untuk Euis:
Met Milad Dinda Sayang
Semoga di miladmu yang ke 24 dinda akan lebih dewasa…
Dewasa dalam artian bisa membedakan mana yang baik dan salah..

Yayu NaNa

Euis dengan rambut berwarna coklat yang kusemir kemaren telah berangkat meninggalkan kost an dua jam lalu.Tinggal aku dan Yu jaroh yang masih dijalan dengan membawa cake ditanganku.Dalam pikirku telah kubayangkan euis pasti tengah terbahak dengan teman temannya bergembira ria merayakan miladnya yang dirasakan milad kali ini teramat istimewa.Bayangan keceriaan Euis menghilang ketika bis yang kami tumpangi berhenti tepat di karaoke yang biasa Euis datangi.

Hari minggu seperti biasanya tempat itu sangat rame dipenuhi para perantau dari thailand,vietnam atau bahkan pilifina semuanya berbaur saling mencari pasangan.kulihat kerumunan orang dipinggir jalan bahkan yang rupanya barusan ada kecelakaan.

”Mas mas itu rame rame ada kecelakaan ya”’Tanyaku pada seseorang yang kebetulan lewat didepanku.

”Eh enggih yu,biasalah kebanyakan minum dan mabuk nyebrang jalan akhire keserempet mobil”Jawab orang itu sambil tanganya menunjuk ketempat kerumunan yang makin ramai.

”Lanang apa wedok mas”Tanya isengku.

”Wedok mbak,Aku ya wis sering ketemu karo kae,la wong saban minggu nongkronge ning karaoke kue”Selorohnya dan ngeloyor meninggalkan aku dan jaroh yang masih bengong.

Kuhubungi Joni dan Euis lewat HP nya tiada jawaban,Hingga iseng aku dan jaroh menghampiri kerumunan orang dipinggir jalan yang mulai bubar.
Kulihat petugas tengah menelpon ambulance sedang petugas yang lainnya tengah membuka buka tas si korban mencari identitas karena korban adalah pendatang dari luar.

Detak jantungku seakan berhenti ketika kulihat korban dimasukan ke ambulance.Jaroh memandangku dengan terbelalak tak terucap kata.
Ketika korban yang dimasukan ke ambulance adalah Euis yang kucari.Segera ku call joni namun HP nya selalu tak bisa di hubungi.
Kukatakan dan menunjukan ID ku pada petugas dengan harapan di perbolehkan menemani Euis ke rumah sakit.

Mata Euis yang terus terbuka lebar dengan napas tersengal,hidung dan telinganya bersimbah darah yang terus mengalir membasahi bajunya.

”Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak”Suara kami hampir bersamaan memekik ketika ambulance telah memasuki pintu depan hospital..

”Euiisssssssssssssss bertahanlah Euis”Teriakku histeris .

Tepat di halaman Tri general service hospital Euis menghembuskan napas terakhirnya.Pertolongan pertama tiada guna dan kami hanya menundukan kepala pertanda duka.Segera kuhubungi joni lewat HP nya namun selalu gagal tiada jawaban.Belumlah kering luka kehilangan sahabat kami yang ditelan ombak kini harus kehilangan Euis sahabat kami yang kecelakaan.

Semua administrasi dan urusan police telah di urus agency dan depnaker yang akhir prosesnya tidak beda dengan kematian Deta Dan Dino beberapa bulan lalu.Hingga pengurusan jenazah Euis tak lagi kudengar kabar berita tentang Joni.Dia menghilang bagai  di telan bumi.Tinggalah kini di kost an hanya aku zaroh berdua saja hingga teramat kurasakan sunyi kala malam tiba.

”Na..Aku takut kalau mati kaya mereka yang tak sempat taubat Na”Suara zaroh disela galaunya malam itu.

”Yayu..Sama aja yu,Akupun takut kalau esok mati mendadak gak sempat taubat”Jawabku dengan tangis yang kulabuhkan dibalik bantalku.

”Taubat bareng yuk”Tanyaku mirip ajakan anak kecil yang disambut tawa oleh Zaroh.Seakan zaroh pun setuju jika kami harus berllomba berbuat kebaikan biar ada semangat untuk terus berbuat baik dan berahlak mulia.

Seminggu sudah kutinggalkan jeans dan T-shirt ku yang kugantikan baju gamis dan kerudungku.Seminggu pula kujauhi teman teman yang biasa untuk menggosip yang kini kugantikan dengan bacaan bacaan buku hidayah yang bermanfaat.Berlomba dalam kebaikan itu yang aku sepakati
dengan zaroh.Hingga semangat kami untuk merubah diri benar benar terjadi dari hari ke hari.

Perjalanan taubat kami tidaklah semulus apa yang kami bayangkan.ketika mulai mengenakan jilbab semua teman justru menghindar dengan alasan merasa tak nyaman berkawan dengan yang jilbaban.Kala kita mengingatkan untuk kebaikan malah justru dianggap sok suci dan lupa diri tidak bercermin masa silam.Hal menyakitkan kerap membuat kami mengelus dada dan entah berapa kali kami harus menangis karena hujatan yang berasal dari sahabat kami sendiri.

”Hello..Apakah joni tinggal disini”Seorang police datang mencariku dengan memperlihatkan tanda pengenal Joni.

”Iya pak,Ada apa yah,joni teman kami dan satu agency”ucapku menjawab pertanyaan police.

”Joni sudah dua minggu kami tahan karena kasus tawuran yang menyebabkan korban jiwa”Penjelasannya membuat tehentak jantungku berdegup
keras.Police datang untuk mengambil barang barang joni yang tertinggal di kost an kami.

Kuingat berita yang kudengar minggu lalu tentang Tawuran pekerja indo dan pekerja thailand yang berkelahi gara gara berebut arena joget
di discotik.Merasa terkalahkan akhirnya amarah membutakan hati mereka hingga tawuran terjadi minggu itu dan mengorbankan jiwa dari pihak Thailand.Salah satu tokohnya adalah Joni.Polisi itu memberikan selembar kertas jam besuk tahanan padaku dan segera berlalu.

Masih dalam ketegangan kurenungkan babak demi babak kejadian yang terjadi pada sahabat kami.ketiga sahabat mati dengan cara mengenaskan dan kini Joni harus ditahan entah berapa bulan atau mungkin berapa tahun.Meskipun pihak depnaker dan Agency telah berusaha membantunya namun tetaplah hukum negara disini yang dipakai.Sesuai keputusan sidang Joni akan menjalani hukuman selama 6 tahun penjara.

”Yu Zaroh,,besok nengok Joni Yu”Ajakanku pada zaroh malam itu dan disetujui olehnya.

”Iya besok kita jenguk Joni,karena minggu depan kita akan pulang ke indonesia”Jawab Zaroh dengan semangat dan perasaan senang karena kami
segera akan pulang ke kampung halaman setelah tiga tahun tinggal di negri orang.

Hari itu kupakai baju panjang warna putih dan kerudung putih menuju ruang besuk menemui Joni.Setelah menunggu 10 menit barulah kami dapat melihat raut Joni yang terlihat kurus dengan kumisnya yang tak terurus.Matanya sayu dan suaranya tidak lagi merdu seperti dulu kala merayu
kekasihnya Euis.Joni tercengang melihat kostume yang kami kenakan,karena Aku bukan lagi NaNa yang dulu memakai Setelan Jeans Tshirt.Joni pun melirik Zaroh yang kini menemaniku berkerudung yang dulu penggemar rok rok pendek.Air mata Joni berlinangan pertanda sesali diri.Rupanya Joni telah mengetahui kematian Euis yang diberatahukan Pihak Agency.

”Jon..Minggu depan kami akan pulang ke indo”suara zaroh ditengah kebisuan.

”Selamat ya buat kalian.pulang sukses dan aku senang melihat perubahan kalian berdua”jawab joni dengan tertunduk.

Pesanku pada joni agar ia banyak berdo’a dan jaga diri baik baik walaupun kutahu harus menunggu 6 tahun lamanya baru bisa dipulangkan ke
indonesia.Banyak pesan yang joni tuliskan untuk kedua orang tuanya  yang akan dititipkan pada Zaroh yang masih satu kota.Joni terpaksa membohongi keadaan yang sebenarnya pada orang tuanya dengan alasan tidak tega kalu orang tuanya mendengar putranya penjara.Pertemuan kami yang terakhir di ruang besuk itu cukup mengharukan dan membuat joni makin tersedu dalam tangis peyesalan.

Kugandeng tangan Zaroh memasuki kost an kami.seraya berdendang yang disahuti kecerian zaroh.Indahnya perubahan yang kami rasakan.
Kesalahan kesalahan yang sempat kami torehkan jadikan satu pembelajaran untu terus memperbaiki diri menuju jalanNYA yang di ridhai.Belomba dalam kebaikan kami lakukan dalam kehidupan kami sehari hari,Saling mengingatkan saling menjaga perkataan jangan sampai kata yang kami lontarkan menyakitikan.

*****
Hari ini tiba dimana kami harus berpisah setelah 3 tahun dalam kebersamaan.Pelukan persaudaraan kami rasakan penuh kasih tulus bak saudara sekandung.Kami pun berpisah di Bandara sukarno Hatta dan hanya lambaian tangan saja terlihat dari kejauhan.Sebuah kisah diperantauan yang menumbuhkan rasa persaudaraan dan dari segala kesalahan kesalahan yang menjadikan kami belajar dan terus memperbaiki diri…

Tamat
Kehidupan adalah potongan potongan mozaik yang telah diatur olehNYA
Diantara poongan potongan itu akan ada sisi gelapnya,Akibat ketidak sengajaan manusianya melakukan perbuatan dosa
Dan hebatnya sebuah masa silam,bisa menjelma menjadi kenangan indah atau bahkan sebuah pembelajaran yang akan ada hikmahnya.

Lewat penyikapan pada perde buruk yang terlwati,menuntun kesadaran seseorang sebagai pembelajaran dan pencerahan bagi jalan kedepannya.
Tapi yang perlu kita sama sama INGAT ,Bahwa,Meski begitu dalamnya keterpurukan seseorang jangan jadikan barometer pada kepribadian mereka saat sekarang!!
Cukup kita mengetahuinya tanpa otoritas menghakimi !!Bahkan menambah beban dengan men-capnya sebagai orang yang salah.
Sobat..Tak ada sesuatu yang berhasil dengan sempurna,tanpa melewati ragam kesulitan…Apapun itu!!!!

Fatim4h az zahra

Iklan

One response

  1. milassalmi

    Tragis banget kisahnya!…. blognya bagus dan menarik ….aq suka itu. Insyaallah …akan datang lagi…. kapan-kapan datang ya… milassalmi.wordpress.com

    14 Agustus 2008 pukul 07:59

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s