Mencoba Memperbaiki Diri

Jiwa-Jiwa Besar


ada bebrapa orang yang mendorong mu bangga untuk mempercayainya. ada juga beberapa orang yang membuat mu malu di hadapan dirimu seendiri dan orang lain. engkau tak sanggup membelanya, ataupun mempertahankan kepercayaan mu pada nya…
golongan pertama menempati derajat yang tingggi. ia rela mengorbankan diri sendiri demi menunaikan tanggung jawab nya. ia benar-benar mencurahkan segenap kemampuan nya…

yang penting adalah ia telah berusaha, tidak menjadi masalah apakah usahanya tersebut berhasil atau tidak. karena ia, sekali lagi, telah mencurahkan segala kemampuan nya…
sedangkan golongan ke dua adalah orang yang menipumu, karena mungkin ia mengalami patah semangat atau berperasaan lemah atau lain nya…
alih-alih menyelamatkanmu dari trauma yang menimpa, ia justru menjerumuskan mu pada kondisi yang lebih buruk. ia juga membuatmu tidak mampu berbuat apa-apa terhadap kondisi ini…

tolak ukur dari kedua kondisi yang terjadi di atas adalah kepekaan. ketika kepekaan perasaan nya mati, engkau tidak akan sangup meniupkan ke dalam nya semangat apa pun. akan tetapi, ketika kepekaan perasaan nya sedang hidup, niscaya ia akan melompat dengan lompatan-lompatan spektakuler untuk maju berlangkah-langkah ke depan…
mengemban tangggung jawab adalah perpaduan antara kekuatan, kesadaran dan kepercayaan dalam waktu yang bersamaan…

ketika orang yang engakau ajak berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari merupakan orang-oarang yang “hidup”, maka sesungguh nya mereka adalah orang-orang yang memiliki kesadaran, kepercayaan serta perasaan yang hidup dalam tingkatannya yang besar…

aku telah menjalani hidup, berumul dengan orang-orang yang beragam. hingga akhir nya, aku menemukan bahwa ada orang yang membuat mu kagum dari hari ke hari, bukan saja karena dia tipikal manusia yang “hidup”, akan tetapi karena dia memang benar-benar memanusiakan kemanusiaan nya, besar, kuat dan bersih jiwa nya…

lalu, ketika karakter-karakter seperti ini telah ada dalam diri seseorang yang engkau pilih sebagai teman pergaulanmu, maka engkau akan “tertidur” pulas merasakan ketentraman luar biasa, seperti anak kecil dalam buaian nenek nya…

namun aneh nya, manusia tidak terlalu sanang dengan tipe pergaulan menenteramkan antara kedua belah pihak yang disatukan oleh satu rasa tanggung jawab ini. oleh karena itu, banyak sekali upaya untuk mengenali lebih jauh pola kerjasama seperti ini gagal di tengah jalan…

meskipun demikian, banyak juga jiwa manusia yang terbuka, jika pihak-pihak yang bersangkutan lebih mampu mengetahui segala hal yang berada dalam benak manusia….

“… barang siapa yang berusaha merusak jalinan hubungan antara ke dua pihak, pada akhir nya dia hanya akan terjerembab ke dalam lumpur…”

zakiya_sholihah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s