Mencoba Memperbaiki Diri

Artikel

Keutamaan Dzikir

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Berikut adalah keutamaan-keutamaan dzikir yang disarikan oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Al Wabilush Shoyyib. Moga bisa menjadi penyemangat bagi kita untuk menjaga lisan ini untuk terus berdzikir, mengingat Allah daripada melakukan hal yang tiada guna.

(1) mengusir setan.

(2) mendatangkan ridho Ar Rahman.

(3) menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.

(4) hati menjadi gembira dan lapang.

(5) menguatkan hati dan badan.

(6) menerangi hati dan wajah menjadi bersinar. (lebih…)

Iklan

Doa antara Adzan dan Iqomah, Doa yang Mustajab

Mungkin sebagian kita belum mengetahui bahwa waktu antara adzan dan iqomah adalah waktu utama terkabulnya do’a. Sehingga karena ketidaktahuan setelah adzan malah disibukkan dengan hal lain yang tidak berfaedah. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammenyebutkan bahwa waktu tersebut adalah di antara waktu terkabulnya do’a (waktu ijabah).

Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap orang memperhatikan waktu tersebut dan memanfaatkannya untuk banyak bermunajat dan memohon pada Allah yang Maha Mendengar setiap do’a.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad 3/155. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) (lebih…)


Jiwa-Jiwa Besar

ada bebrapa orang yang mendorong mu bangga untuk mempercayainya. ada juga beberapa orang yang membuat mu malu di hadapan dirimu seendiri dan orang lain. engkau tak sanggup membelanya, ataupun mempertahankan kepercayaan mu pada nya…
golongan pertama menempati derajat yang tingggi. ia rela mengorbankan diri sendiri demi menunaikan tanggung jawab nya. ia benar-benar mencurahkan segenap kemampuan nya…

yang penting adalah ia telah berusaha, tidak menjadi masalah apakah usahanya tersebut berhasil atau tidak. karena ia, sekali lagi, telah mencurahkan segala kemampuan nya…
sedangkan golongan ke dua adalah orang yang menipumu, karena mungkin ia mengalami patah semangat atau berperasaan lemah atau lain nya…
alih-alih menyelamatkanmu dari trauma yang menimpa, ia justru menjerumuskan mu pada kondisi yang lebih buruk. ia juga membuatmu tidak mampu berbuat apa-apa terhadap kondisi ini… (lebih…)


Dimungkinkan, Untuk Membangun Kekhalifahan Virtual

Nabi Adam a.s mempunyai satu apel . Ia hendak membaginya dengan Hawa istrinya yang tercinta. Dibagilah satu apel itu. Masing-masing mendapatkan ½ apel. Hitungan ini nyata, dalam arti satu apel dibagi 2 memang akan menghasilkan ½+1/2=1. Adam, setelah menghabiskan apelnya masih merenung. Renungannya kelak menjadi dasar-dasar penting bagaimana anak cucunya nanti memahami dan merasakan kehidupan, menyatakan impian-impiannya, dan meraihnya, baik dengan suka maupun duka.

Yang dipikirkan Adam saat itu memang termasuk aneh, ia bermimpi bisakah 1 apel kalau dibagi 2 menjadi 2 apel yang utuh bukan 2 kali ½ apel yang baru saja di habiskannya? Impian Adam ini kemudian berkembang menjadi konsepsi yang melandasi imajinasi kreatif kaumnya yang disebut realitas holografis dengan bantuan sistem desimal, biner dan huruf. Sampai akhir abad ke 19, impian Adam masih berada di wilayah holografis, wilayah mimpi. Namun setelah abad dijital barulah ditemukan cara untuk menyatakan impian Adam. Dimasa kini, impian Apel Holografis Adam kita pahami sebagai realitas ilmiah bagaimana pengetahuan kita tumbuh dan berkembang meluas ke segala arah dengan basis bilangan 2 alias biner. Di wilayah biner alias bit dijital. impian holografis Adam bisa menuju tak berhingga seperti halnya kita hari ini dengan ilmu pengetahuan yang berkembang yang anehnya menuju kepada kenyataan dunia holografis nampak semakin meluas sehingga nampak seperti tikar atau kertas A4 alias Dunia Pelat Datar. (lebih…)


Ibu Bermata Satu

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku
membencinya sungguh memalukan. Ia
menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai
keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu.
Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnyadengan penuh kebencian dan
melarikan.

Keesokan harinya si sekolah
“Ibumu hanya punya satu mata?!?!” Ieeeeee,
jerit seorang temanku. Akuberharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku
pada ibu, “Bu. Mengapa Ibu tidak punya satu mata
lainnya? Kalau Ibu hanya ingin
membuatkuditertawak an, lebih baik Ibu mati saja!!!” Ibuku tidak
menyahut.

Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat
yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali
kukatakan selama ini. Mungkinkarena Ibu tidak
menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku. (lebih…)


Islam dan Positive Thingking

Islam memfasilitasi umat manusia agar dapat menikmati hidup ini dengan tenang, damai dan tanpa beban. Menikmati hidup dengan selalu tersenyum, ringan dalam melangkah, serta memandang dunia dengan berseri-seri. Inilah implementasi dari ajaran Islam yang memang dirancang untuk selalu memudahkan dan menjadi rahmat bagi sekalian alam. Untuk mewujudkan hidup yang sealu tersenyum, ringan dan tanpa beban tersebut; Islam memberikan beberapa tuntunan. Yaitu di antaranya: menjaga keseimbangan, selalu berbaik sangka (Khusnudzdzan), juga dengan berpikir positif. Namun karena keterbatasan ruang dan waktu, saya akan membatasi pembahasan kali ini hanya tentang khusnudzdzan dan berpikir positif.

Pertanyaan yang sangat mendasar adalah: mengapa Islam sampai menekankan pentingnya khusnudzdzan dan berpikir positif? Paling tidak, ada empat alasan yang bisa dikemukakan di sini. (lebih…)


Makna-Makna dan Hikmah-Hikmah Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan selain bulan yang penuh berkah sebenarnya mempunyai beberapa nama julukan. Nama-nama itu merefleksikan makna keberkahan Ramadhan yang dapat diraih bagi yang menjalaninya dengan benar. Tulisan ini sebenarnya ulasan dari suatu artikel yang saya baca setahun yang lalu di beberapa situs Internet yang menjelaskan nama-nama lain bulan Ramadhan. Tapi, meskipun informasinya sudah beredar lama di masyarakat, tidak ada salahnya juga kan kalau kita mengingat kembali makna dan hikmah nama-nama bulan Ramadhan yang dikenal Umat Islam.

Bagi Umat Islam, pengidentifikasian nama-nama bulan Ramadhan dengan berbagai sinonimnya sebenarnya mengandung maksud. Nama-nama itu diungkapkan dengan singkat dan tepat sebagai “pengingat cepat atau penggugah” dan “keywords” tentang apa yang sebaiknya dilakukan di bulan tersebut. Selain itu, nama-nama bulan Ramadhan juga menyatakan berkah dan maghfirah yang dapat diraih pada kondisi dan suasana paling baik selama satu tahun ke belakang dan ke depan (Ramadhan tahun depan seandainya masih bisa diberi umur). (lebih…)