Mencoba Memperbaiki Diri

Dakwah

Jawaban Sumbang Terhadap Cercaan pada Dakwah Salafiyyah

Tidak sedikit aktifis-aktifis islam yang berkata tentang dakwah salafiyyah : “Kaum muslimin yang lemah disembelih di negara mereka, gereja timur bersatu dengan gereja barat unttuk membantai kaum muslimin, dan orang-orang yahudi mencanangkan programnya untuk menghancurkan kita, sedangkan kalian berbicara masalah-masalah furu’iyyah (cabang) serta menebarkan perpecahan dan fitnah… !!!!” benarkah ungkapan ini ? Simaklah jawaban indah dan lembut yang disampaikan oleh Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, Muhaddist negeri Syam dan murid Imam Al-Albani rahimahullah.

Sebagai jawabannya adalah, bahwa meninggalkan kewajiban syar’i karena menghawatirkan fitnah yang baru ada dalam praduga adalah sebagai bentuk fitnah itu sendiri. Firman-Nya : “Diantara mereka ada orang yang berkata, ‘Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus kedalam fitnah ‘.Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus kedalam fitnah. (QS. At-Taubah: 49) (lebih…)

Iklan

Berdakwah Lewat Pesan Singkat

Sarana komunikasi saat ini sangat mudah menjadi sarana meraih pahala. Dengan handphone mungil, hanya dengan mengirim short message kepada kerabat atau shohib dekat berisi nasehat yang menyentuh qolbu, kita pun bisa meraih pahala. Nasehat tersebut bisa jadi kita dapatkan dari bacaan buku atau seorang ustadz dan tinggal kita forward pada nomor kontak lainnya. Ini tips mudah untuk mendapatkan pahala lewat dakwah pesan singkat, walau mungkin kita bukan seorang da’i, hanya sekedar pem-forward pesan.

Keutamaan Berdakwah

Sekedar nasehat sederhana, seperti ajakan shalat, penjelasan keutamaan suatu amalan, ajakan mengerjakan puasa sunnah, penjelasan perihal hukum Islam, bahaya keyakinan menyimpang dan amalan tanpa dasar, itu bisa menjadi pesan dakwah sederhana. Walau sederhana, namun kita bisa meraih pahala dari orang yang mengikuti ajakan kita. Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(lebih…)


Da’i Ilallah, Pemilik Perkataan Terbaik

Da’i atau orang yang berdakwah sungguh telah memegang amanat mulia. Bahkan seorang da’i yang berdakwah dengan ikhlas, sesuai jalan yang dituntunkan syari’at, bukan cari tenar, dialah yang memiliki ‘ahsanu qoulan’ sebagaimana yang akan kita bahas kali ini. 

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

(lebih…)


Manajemen Ghiroh

Gelar ABG (Anak Baru Gede) biasanya diberikan pada anak yang baru memasuki masa remajanya. Dinamai baru gede karena mereka memasuki masa transisi antara dewasa dan anak-anak, di mana mereka sudah mulai dipercaya menjaga diri sendiri dan tidak dianggap menjadi anak-anak lagi.

Tingkah mereka ini kadang menggelikan dan kadang menjijikkan. Ketika mereka senyam-senyum sendiri karena mendapatkan cinta pertama mereka, mereka terlihat lucu dan menggemaskan. Ketika mereka kalang-kabut ketika mendapat jerawat pertama, mereka terlihat lucu, kasihan, dan menjijikkan apabila kita melihat jerawatnya. Ketika mereka mulai berani pulang malam, pergi ke bioskop, tak mau mendengarkan omongan orang lain, sok gede, dan… sudahlah, ntar penulis disangka curhat lagi…

Siswa yang baru masuk SMU biasanya adalah orang-orang yang berpredikat ABG ini. Gaya mereka terlihat canggung memakai seragam putih-abu-abu. Dan supaya mereka nggak sok gede, dan tahu diri bahwa mereka masih baru dan masih cilik, diadakanlah perploncoan oleh kakak kelasnya.

Keluarga Baru di SMU ini pun – atas rahmat Allah – ada yang mengikuti kegiatan Rohani Islam, ekskul di sekolahnya. Di sini mereka dibina sehingga mereka menjadi ABG.

ABG binaan Rohis ini berbeda dengan ABG anak baru gede. ABG binaan Rohis ini singkatannya ialah Anak Baru Ghiroh. Salah satu arti ghiroh dalam bahasa Arab ialah semangat. Anak Baru Ghiroh artinya anak yang baru mendapatkan ghirohnya dalam hal keislaman.
(lebih…)


Adab Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

“Addin Annashihah” (Agama itu esensinya adalah nasehat) begitu pesan kanjeng Nabi SAW dalam mengkristalisasikan ajaran syariah Islam.

Nasehat menasehati menuju kebenaran harus digalakkan, bagi yang dinasehati  seharusnya ia berterima kasih kepada orang yang telah menunjukkan kekurangan dan kesalahannya, hanya saja hal ini jarang terjadi, pada umumnya manusia tidak suka disalahkan apalagi kalau teguran itu disampaikan kepadanya dengan cara yang tidak baik.

Seorang pemberi nasehat haruslah mengetahui metode yang baik agar nasehatnya dapat diterima oleh orang lain. Diantara metode nasehat yang baik adalah memberi nasehat kepada orang lain secara rahasia tanpa diketahui oleh orang lain. (lebih…)


Dakwah Ini Tidak Bisa Diemban oleh Orang yang Manja

Wahai Saudaraku yang dikasihi Allah.

Perjalanan dakwah yang kita lalui ini bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi kegemerlapan dan kesenangan. Ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan berat.

Telah banyak sejarah orang-orang terdahulu sebelum kita yang merasakan manis getirnya perjalanan dakwah ini. Ada yang disiksa, ada pula yang harus berpisah kaum kerabatnya. Ada pula yang diusir dari kampung halamannya. Dan sederetan kisah perjuangan lainnya yang telah mengukir bukti dari pengorbanannya dalam jalan dakwah ini. Mereka telah merasakan dan sekaligus membuktikan cinta dan kesetiaan terhadap dakwah.

menikah

Cobalah kita tengok kisah Dzatur Riqa’ yang dialami sahabat Abu Musa Al Asy’ari dan para sahabat lainnya –semoga Allah swt. meridhai mereka. Mereka telah merasakannya hingga kaki-kaki mereka robek dan kuku tercopot. Namun mereka tetap mengarungi perjalanan itu tanpa mengeluh sedikitpun. Bahkan, mereka malu untuk menceritakannya karena keikhlasan dalam perjuangan ini. Keikhlasan membuat mereka gigih dalam pengorbanan dan menjadi tinta emas sejarah umat dakwah ini. Buat selamanya. (lebih…)


Untuk Para Da’i Penyeru Anti Pornografi dan Pornoaksi

Pekerjaan Amar Ma’ruf Nahi Munkar bukanlah pekerjaan yang mudah. Sangat banyak rintangannya. Banyak yang tidak suka dinasehati untuk berbuat kebaikan. Dan jauh lebih banyak lagi yang tidak suka perbuatan buruknya dilarang. Maka jadilah orang-orang itu memusuhi perbuatan amar ma’ruf nahi munkar, dan terlebih lagi memusuhi yang pelakunya.

“Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.” QS Al-A’raf : 7

Ayat di atas mengutip kata-kata pamungkas dari orang-orang yang memusuhi amar ma’ruf nahi munkar. Nah, kalau disamakan dengan zaman sekarang, istilahnya orang-orang yang menyerukan amar ma’ruf nahi munkar itu diejek atau dituduh dengan kata “MUNAFIK”. Begitulah kata mereka yang tidak senang kemaksiatannya digugat.

Masalahnya kadang mereka membuktikan dengan tokoh-tokoh yang mahsyur sebagai da’I yang terbukti melakukan perbuatan keji yang sering da’i tersebut larang dalam ceramah-ceramahnya. Berbekal nama-nama itu, orang yang tidak senang kepada dakwah menyerang semua juru dakwah dengan kata “MUNAFIK”. (lebih…)