Mencoba Memperbaiki Diri

Keluarga

Kekhususan Laki-Laki dan Perempuan

Di antara hukum-hukum yang menjadi kekhususan bagi laki-laki adalah, bahwa merekalah penanggung jawab rumah, dengan memberikan perlindungan dan perhatian, menjaga keutamaan-keutamaannya, mencegah kehinaan-kehinaannya, dan melindungi rumah tangga dari segala ancaman bahaya. Dan, mereka juga sebagai penanggung jawab, dengan menghidupi dan memberi nafkah bagi keluarganya beserta semua yang berada di dalam rumahnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Artinya: “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”. (QS. An-Nisa: 34) (lebih…)

Iklan

9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul: “Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus” menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda:

Pertama: Gadis Pencemburu

Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidak percayaan (keraguan) yang menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari para istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya. (lebih…)


Tanda-Tanda Baligh

TANDA-TANDA BALIGH UNTUK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

Bagi ikhwah dan akhawat yang mempunyai adik atau saudara, yang telah mempunyai anak, atau bagi calon bapak/ibu yang akan menikah; ada baiknya kita perhatikan tanda-tanda baligh berikut sebagaimana yang tercantum dalam syari’at. Baligh adalah satu masa di mana seorang anak dibebani kewajiban (taklif) syari’at dan akan dihisab yang mana baligh mempunyai tanda-tanda yang dapat dikenal,yaitu :

Tanda-Tanda Baligh untuk Laki-Laki

1. Ihtilam, yaitu keluarnya mani baik karena mimpi atau karena lainnya.

Dalilnya disebutkan dalam Al-Qur’an, dimana Allah ta’ala berfirman :
ﻢﻬﻠﺒﻗ ﻦﻣ ﻦﻳﺬﺍ ﻥﺬﺌﺘﺳﺍ ﺎﻤﻛ ﺍﻮﻧﺬﺌﺘﺴﻴﻠﻓ ﻢﻠﺤﻟﺍ ﻢﻜﻨﻣ ﻝﺎﻔﻃﻷﺍ ﻎﻠﺑ ﺍﺫﺇ

”Dan bila anak-anakmu telah sampai hulm (ihtilam), maka hendaklah mereka meminta ijin seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta ijin”. (lebih…)


Ikatan Itu Bernama Mitsaqan Ghalizha

Nabi berdiri di Mina, di masjid Kheif. Dia memandang ribuan jama’ah yang hadir untuk berhaji di sekitarnya. Kemudian bibirnya yang tidak bernah berdusta menyebutkan pujian kepada Allah. Lalu memulai khutbahnya.

“Wahai manusia,” kata Rasulullah berseru, “dengarkan penjelasanku baik-baik, karena aku tidak tahu apakah aku masih berjumpa lagi dengan kalian di tempat ini pada tahun yang akan datang”.

Suara Rasulullah bergetar. Para sahabat merasa akan ada yang hilang. Ada tangis yang terasa, tapi menahannya di tenggorokan. Ada kesedihan. Ucapan rasulullah kali ini, mengisyaratkan perpisahan. Tahun depan mungkin Rasulullah sudah tidak bersama mereka lagi. Betapa besar kehilangan kalau Rasulullah benar-benar dipanggil oleh Yang Mengutusnya, Allah Subhanahu wata’ala. Betapa besar kehilangan kalau kali ini adalah haji perpisahan, haji wada’, sedang wajah suci itu telah bertahun-tahun membimbing mereka sekaligus menanggung luka-luka dalam beberapa peperangan. (lebih…)


10 Kesalahan dalam Mendidik Anak

Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Maka, kita sebagai orang tua bertanggung jawab terhadap amanah ini. Tidak sedikit kesalahan dan kelalaian dalam mendidik anak telah menjadi fenomena yang nyata. Sungguh merupakan malapetaka besar ; dan termasuk menghianati amanah Allah.Adapun rumah, adalah sekolah pertama bagi anak.

Kumpulan dari beberapa rumah itu akan membentuk sebuah bangunan masyarakat. Bagi seorang anak, sebelum mendapatkan pendidikan di sekolah dan masyarakat, ia akan mendapatkan pendidikan di rumah dan keluarganya. Ia merupakan prototype kedua orang tuanya dalam berinteraksi sosial. Oleh karena itu, disinilah peran dan tanggung jawab orang tua, dituntut untuk tidak lalai dalam mendidik anak-anak. (lebih…)


Kunci Rumah Tangga Bahagia

Sepasang suami istri bertanya kepada Seorang ulama nan bijaksana tentang kunci rahasia berumah tangga dengan bahagia. Dan sang Ulama memberikan jawabannnya:

1. Senantia beribadah bersama Kepada Allah Ajja Wa jalla

2. Saling mengasihi dan saling menyayangi dengan penuh ketulusan hati, hingga keluarga mereka merupakan perwujudan keluarga Sakinah, Mawaddah dan Wa Rohmah.

3. Saling menjaga kesucian pernikahan, saling menjaga kehormatan diri serta menjaga harta yang mereka miliki. (lebih…)


Walimah Sukses

Setiap aktivis dakwah, pada masa single-nya, tentu memimpikan kelak merayakan pernikahan dengan walimah yang syar’i: sederhana, khidmat, penuh berkah dan manfaat. Namun tidak sedikit dari kita yang akhirnya harus mengalah pada kebijakan keluarga besar, dengan alasan untuk menghindari mudharat.

Banyak perkara tak layak bermunculan ketika penyelenggaraan pesta pernikahan akan atau tengah digelar. Dari hidangan yang berlebihan, tata ruang yang menyebabkan tamu laki-laki dan perempuan bercampur, dan yang paling menonjol; ritual adat yang melangkahi akidah.

Untuk yang belum menikah, tentunya akan lebih baik jika peluang mudharat tersebut dihindari sejak jauh hari, agar tak menyesal nantinya.

pengantin

pengantin

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai tindakan preventif sebelum walimah diselenggarakan:

1. Penuhi hak keluarga untuk didakwahi

Tidak sedikit dari kita yang sibuk di luar rumah. Asyik dengan target dakwah yang jauh, tapi lupa pada lingkungan terdekat. Waktu yang kita punya dipadati aktivitas dengan kawan kampus dan kantor, lalu pulang membawa lelah dengan sisa tenaga dan waktu yang tidak cukup untuk membagi ilmu pada anggota keluarga.

Sistem nikah islami yang tak mengenal ta’aruf (perkenalan) dalam waktu lama, akhirnya menjadi kambing hitam sulitnya menyamakan persepsi ‘nikah ideal’ antara calon pengantin dengan keluarganya. Padahal jelas, kekeliruan bukan pada syariatnya, tapi si da’i yang tak memperkenalkan tata cara walimah islami pada keluarganya jauh-jauh hari. (lebih…)