Mencoba Memperbaiki Diri

Posts tagged “Harta

Saling Berbangga dengan Harta

Kita paling tidak bisa lepas dari sifat yang satu ini. Jika memiliki harta berlebih, handphone yang smart, yang terlihat mentereng dan mahal, pasti  ingin sekali dipamer-pamerkan. Selalu berbangga dengan harta dan perhiasan dunia, itulah jadi watak sebagian kita.

Semoga Allah memberikan taufik pada kita untuk merenungkan surat berikut ini.

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2) كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (3) ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (4) كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (5) لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (6) ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (7) ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (8)

(lebih…)

Iklan

Bolehkah Kita Berdoa Minta Kaya ?

Pendahuluan

Kita sering mendengar dalam khutbah-khutbah di masjid, dalam pengajian dan ceramah-ceramah, para da’i mengajak hadirin untuk berdoa serta berusaha untuk menjadi kaya. Menurut pembicara, dengan kekayaan yang kita miliki, kita bisa bersekolah atau menyekolahkan anak-anak kita yang tinggi, membangun masjid, gedung sekolah dan sarana umum lainnya, bisa bersedekah, berzakat serta bisa naik hajji dan umroh.

Seringkali yang dipakai sebagai contoh adalah Nabi Sulaiman yang selain menjadi seorang Nabi juga adalah seorang raja yang kaya raya.

Dalam doa-doa yang kita ucapkan selalu ada permohonan untuk mendapatkan rizqi yang halal, toyibah dan banyak. Selain itu banyak orang yang membaca surat Al-Waqiah secara rutin, agar bisa mendapatkan banyak rizqi. Tujuan kita mendirikan solat Dhuha dengan doanya yang khusus adalah memohon kepada Alloh s.w.t. agar diberi rizqi yang banyak. (lebih…)


Harta Isteri

Harta isteri adalah harta milik isteri, baik yang dimiliki sejak sebelum menikah, atau pun setelah menikah. Harta isteri setelah menikah yang terutama adalah dari suami dalam bentuk nafaqah (nafkah), selain juga mungkin bila isteri itu bekerja atau melakukan usaha yang bersifat bisnis.

Khusus masalah nafkah, sebenarnya nafkah sendiri merupakan kewajiban suami dalam bentuk harta benda untuk diberikan kepada isteri. Segala kebutuhan hidup isteri mulai dari makanan, pakaian dan tempat tinggal, menjadi tanggungan suami.

Dengan adanya nafkah inilah kemudian seorang suami memiliki posisi qawam (pemimpin) bagi isterinya, sebagaimana firman Allah SWT:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa’: 34) (lebih…)