Mencoba Memperbaiki Diri

Posts tagged “Lisan

Hati-hati dengan Lisan

Saudaraku, seringkali lisan ini tergelincir mengucapkan kata-kata kotor, mencela orang lain, membicarakan orang lain padahal dia tidak senang untuk diceritakan, bahkan seringkali lisan ini mengucapkan kata-kata yang mengandung kesyirikan dan kekufuran.

Harusnya setiap muslim mengoreksi diri dalam setiap tingkah lakunya, apalagi dalam perkara lisannya, yang begitu enteng mengucapkan sesuatu karena keluar dari lidah yang tak bertulang.

(lebih…)


Jika Setiap Kata Diminta Pertanggungjawabannya

Jika suatu hari kita disuruh menghitung berapa jumlah kata atau kalimat yang sudah kita ucapkan sejak kecil sampai sekarang dan apa saja kalimat itu, maka saya yakin takkan mungkin kita bisa melakukannya. Bagaimana tidak, jangankan sejak lahir, sejak bangun tidur sampai tidur saja kadang-kadang kita lupa sudah berapa kalimat yang keluar dari mulut kita. Mulai sejak pagi sebelum dan setelah Shubuh bersama keluarga atau kawan sekos, sebelum berangkat sekolah, kuliah atau bekerja, ketika di kendaraan umum bersama kenalan atau kawan, ketika di kantor bersama rekan kerja atau atasan, ketika di pasar bersama penjual atau bersama pembeli, ketika di kampus atau di sekolah, ketika pulang kerja bersama tetangga, ketika di rumah kembali bersama keluarga dan masih banyak lagi percakapan-percakapan yang kita lakukan dalam sehari.

Tak terasa hari-hari berlalu begitu saja melayang bersama kalimat-kalimat yang telah kita ucapkan, baik yang kita sadari maupun tidak. Namun benarkah kalimat-kalimat yang kita ucapkan itu melayang begitu saja seperti asap yang membumbung tingi ke angkasa lalu menghilang? Terlalu naif jika kita berpikiran seperti itu.

Beberapa waktu lalu saya melakukan chatting bersama dengan kawan-kawan lama yang dahulu satu pondok pesantren di Aliyah. Sebelumnya, kami sudah menentukan waktunya sehingga kawan-kawan yang ingin ikut bergabung bisa mempersiapkan diri. Ketika itu kami baru lulus dari pesantren. Sebagian kawan ada yang melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dalam negeri maupun luar negeri. Kami semua berkumpul dalam satu waktu yang telah disepakati, lalu berbincang-bincang dengan seru. Masing-masing di antara kami menceritakan pengalamannya setelah lulus dari pesantren. Ada yang sudah diterima di perguruan tinggi bergengsi, ada yang masih mencari-cari peluang beasiswa ke luar negeri, ada yang melanjutkan lagi ke pesantren lain, ada yang mengabdi di pesantren kami, beragam pengalaman dan kisah-kisah menarik dituangkan dalam satu forum konferensi di dunia maya yang bernama Yahoo! Messenger. Di samping ngobrol di konferensi ada pula yang berdiskusi maupun konsultasi secara privat. Intinya kami semua menceritakan pengalaman masing-masing selama lulus dari pesantren. (lebih…)