Mencoba Memperbaiki Diri

Posts tagged “Muhammad

Kehalusan, Kelemah lembutan dan Kesabaran Rasulullah SAW

Merampas dan mengambil hak orang lain dengan paksa merupakan ciri orang-orang zhalim dan jahat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memancangkan pondasi-pondasi keadilan dan pembelaan bagi hak setiap orang agar mendapatkan dan mengambil haknya yang dirampas. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjalankan kaidah tersebut demi kebaikan dan semata-mata untuk jalan kebaikan dengan bimbingan karunia yang telah Allah curahkan berupa perintah dan larangan. Kita tidak perlu takut adanya kezhaliman, perampasan, pengambilan dan pelanggaran hak di rumah beliau.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah sama sekali memukul seorang pun dengan tangannya kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah membalas suatu aniaya yang ditimpakan orang atas dirinya. Selama orang itu tidak melanggar kehormatan Allah Namun, bila sedikit saja kehormatan Allah dilanggar orang, maka beliau akan membalasnya semata-mata karena Allah.” (HR. Ahmad) (lebih…)


Cinta Rasulallah dan Ummatnya yang Masuk Neraka

Yazid Ar-Raqqasyi meriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, “Malaikat Jibril datang kepada Nabi Saw. pada waktu yang tidak biasa dan dengan raut muka yang berbeda dari biasanya. Nabi Saw. lantas bertanya, “Kenapa aku melihat kamu dengan raut muka yang berbeda?” Jibril menjawab, “Wahai Muhammad, aku datang kepadamu pada saat Allah memerintahkan supaya api neraka dinyalakan. Tidak pantas jika orang yang mengetahui bahwa neraka, siksa kubur, dan siksaan Allah itu sangat dahsyat untuk bersenang-senang sebelum dirinya merasa aman dari ancaman-ancaman itu.”

Nabi Saw. lantas bersabda, “Wahai Jibril, lukiskanlah keadaan neraka Jahanam itu kepadaku. Jibril berkata, ”Baik. Ketika Allah Ta’ala menciptakan neraka Jahanam apinya dinyalakan selama seribu tahun hingga berwama hitam. Jadi, neraka Jahanam itu hitam kelam, nyala dan baranya tidak pernah padam. Demi Dzat yang mengutus Engkau dengan kebenaran, seandainya neraka Jahanam itu berlubang sebesar lubang jarum, niscaya segenap penghuni dunia akan terbakar karena panasnya. Demi Dzat yang mengutus Engkau dengan kebenaran, seandainya ada satu baju penghuni neraka .itu di gantung di antara langit dan bumi, niscaya semua penghuni . dunia akan mati karena bau busuk dan panasnya. (lebih…)


Teks Piagam Madinah

Sebagai produk yang lahir dari rahim peradaban Islam, Piagam Madinah diakui
sebagai bentuk perjanjian dan kesepakatan bersama bagi membangun masyarakat
Madinah yang plural, adil, dan berkeadaban. Di mata para sejarahwan dan
sosiolog ternama Barat, Robert N. Bellah, Piagam Madinah yang disusun
Rasulullah itu dinilai sebagai konstitusi termodern di zamannya, atau
konstitusi pertama di dunia.

Berikut petikan lengkap terjemahan Piagam Madinah yang terdiri dari 47 pasal:

Preambule: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ini
adalah piagam dari Muhammad, Rasulullah SAW, di kalangan mukminin dan
muslimin (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib (Madinah), dan yang
mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka. (lebih…)


Berlian-Berlian Kepribadian Rasulallah SAW

BERLIAN PERTAMA

Rasulullah yang agung ini hidup Zuhud luar biasa. Ia ikhlas tidur diatas tikar kasar hingga garis tikar tadi membekas di punggungnya. Bahkan tak jarang ia mengikatkan batu ke perut untuk menahan rasa laparnya. Ketika Tuhan menawarkan kekayaan dunia, Nabi berakhlak paling mulia ini lebih memilih hidup Zuhud dan sederhana.

Rasulullah bersabda:
“Tuhanku menawarkan kepadaku bukit-bukit di Mekkah
untuk dijadikan sebagai emas.
Lalu saya menjawab:
”Hamba tidak mengharapkan itu semua wahai Tuhanku.
Akan tetapi, saya lebih senang
sehari lapar dan sehari kenyang.
Tatkala kenyang,
saya memuliakan dan bersyukur kepada-Mu.
Sementara tatkala saya lapar,
saya merendah dan berdoa kepada-Mu.” (lebih…)


Alasan Mencintai Nabi

Mencintai seseorang dapat kembali kepada 2 alasan :

Pertama, berkaitan dengan dzat orang yang dicintai

Semakin sempurna orang yang dicintai, maka di situlah tempat tumbuhnya kecintaan. Sedangkan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam adalah manusia yang paling luar biasa dan sempurna dalam akhlaq, kepribadian, sifat dan dzatnya.

Di antara sifat beliau adalah begitu perhatian pada umatnya, begitu lembut dan kasih sayang pada mereka. Sebagaimana Allah mensifati beliau dalam firman-Nya,

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

(lebih…)


Keistimewaan Nabi Kita Muhammad

Keistimewaan Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam dapat dibagi menjadi 2:

1. Keistimewaan beliau dari Nabi lainnya

2. Keistimewaan beliau dari umatnya

Keistimewaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Dibanding Nabi Lainnya

Pertama: Beliau adalah kholilullah (kekasih Allah) selain Nabi  Ibrahim ’alaihis salam

(lebih…)


Keutamaan Nabi Muhammad SAW

Berikut ini kami paparkan beberapa keutamaan yang berkaitan dengan Nabi kita Muhammad saw.
Fadhilah nasab Nabi shallallahu `alaihi wasallam .

عن واثلة بن الأسقع رضي الله عنه قال : سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول : إن الله اصطفى كنانة من ولد إسماعيل ، واصطفى قريشا من كنانة ، واصطفى من قريش بني هاشم ، واصطفاني من بني هاشم )) أخرجه مسلم.

Dari Watsilah bin Al Asqa’ radhiyallahu `anhu , ia berkata,” aku mendengar Nabi shallallahu `alaihi wasallam berkata,” sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Nabi Ismail, dan memilih Quraisy dari Kinanah, dan memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari Bani Hasyim. H.R. Muslim. [1]

aziz

aziz

Nama- nama Nabi shallallahu `alaihi wasallam

عن جبير بن مطعم رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : (( إن لي أسماء، أنا محمد ، وأنا أحمد ، وأنا الماحي الذي يمحو الله بي الكفر ، وأنا الحاشر الذي يحشر الناس على قدمي ، وأنا العاقب الذي ليس بعده أحد )) وفي لفظ : (( ونبي التوبة ، ونبي الرحمة )) متفق عليه.

Dari Jubair bin Muth’im radhiyallahu `anhu bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda,” sesungguhnya aku mempunyai beberapa nama; Aku adalah Muhammad, Aku Ahmad, Aku Al mahi ( pengikis ) Allah mengikis kekufuran dengan mengutusku, Aku Al hasyir ( penghimpun ) nanti di hari kiamat seluruh manusia berhimpun di bawah perintahku, Aku Al ‘aqib ( penutup ) tidak ada Nabi sesudahku” dalam riwayat yang lain: “Aku Nabi taubat, Aku Nabi pembawa rahmat”. Muttafaq alaih. [2] (lebih…)


Visi Hukum dalam Sunnah Nabi SAW

Pendahuluan

Sunnah Nabi yang suci telah menghadapi gempuran dari para hamba pemikiran Barat. Mereka, dengan sekuat tenaga dan upaya berusaha membunuh dan mematikannya. Beragam cara mereka lakukan, dan beragam jalan mereka tempuh, untuk mencapai tujuan itu.

Ada yang berusaha mengembangkan sikap skeptis terhadap sunnah. Yaitu dengan meragukan keabsahan seluruh sunnah, atau sunnah yang terucapkan saja –dan ini adalah bentuk sunnah yang terbesar– atau juga meragukan periwayat-periwayat yang masyhur, seperti Abu Hurairah r.a.

mihrab nabi muhammad saw

mihrab nabi muhammad saw

Ada yang berusaha meragukan keabsahan sunnah sebagai sumber hukum Islam dan pembentukan ajarannya. Mereka berkata, kita cukup berpegang kepada Al Quran saja!.

Adapula yang berusaha menghancurkan sunnah dengan sunnah sendiri. Yaitu dengan mengambil sebagian hadist dan meletakkannya bukan pada tempatnya. Kemudian dijadikan sebagai dalil bagi apa yang tidak sesuai dengan kandungan sunnah itu sendiri. (lebih…)


Antara Nabi Muhammad SAW dan Sir Isaac Newton

Dalam buku populer 100 Tokoh Yang Mempengaruhi Dunia, Michael Hart menempatkan Nabi Muhammad SAW dan Sir Isaac Newton diposisi 1 dan 2. Entah kenapa, nampaknya Michael Hart mempunyai feeling yang belakangan ini saya rasakan juga dengan nyata bahwa kedua tokoh ini memang mempunyai peran penting dalam perkembangan umat manusia pasca Letusan Rakata tahun 535 M.

Kedua tokoh yang berada di posisi 1 dan 2 tersebut memang layak berada disitu karena aspek orisinalitas dan jangkauan dari apa yang disampaikannya yang mempengaruhi banyak orang. Kedua tokoh itu dipisahkan dengan ruang dan waktu yang berbeda , yang satu dilahirkan di zaman kegelapan di Timur Tengah dan Mediterania setelah bencana global Rakata tahun 535 M yaitu sekitar abad ke 6-7 M; yang satunya dilahirkan di Inggris , juga di tengah abad kegelapan Bangsa-bangsa Eropa di sekitar pertengahan abad 17.

Baru-baru ini saya baca buku sejarah hidup Isaac Newton yang diterbitkan oleh penerbit Mizan yaitu Misteri Apel Newton karya James Gleick. Saya membaca suatu karakter dasar yang sama dari dua tokoh yang dipisahkan nyaris 10 abad itu. Keduanya datang dari keluarga yang pas-pasan. Bahkan kalau dibandingkan ukuran materialistik saat itu, di masing-masing ruang waktunya, baik Muhammad dan Isaac Newton sama – sama berasal dari kalangan bukan elite saat itu atau dari kalangan bawah. (lebih…)


Keutamaan Perjanjian Hudhaibiyyah Atas Nabi SAW

Keutamaan Perjanjian Hudhaibiyyah

1. فتحنا = Yang dimaksud dengan Fath dalam ayat ini yaitu Hudhaibiyyah (nota kesepahaman perdamaian kaum muslimin dengan kaum musyrikin Quraisy), ALLAAH SWT menjanjikan kemenangan yang lebih besar lagi setelahnya yaitu Fathul Makkah, berkata Imam Az-Zuhri: Tidak ada kemenangan yang lebih besar dari tercapainya Shulhu (perdamaian) Hudhaibiyyah, dan kemenangan dalam ayat ini disebutkan dalam bentuk fi’il-madhi (menunjukkan wajib/pasti atasnya).

2. ليغفر لك = Bahwa jihadmu di Hudhaibiyyah tersebut wahai Muhammad SAW (yang di kemudian hari akan menyebabkan peristiwa Fathu Makkah) itu menyebabkan turunnya maghfirah dan pahala yang besar bagi kalian, ayat ini juga menjadi dalil bahwa jihad menjadi wasilah turunnya ampunan ALLAAH SWT[1]. Dan ada juga syawahid atas hadits ini[2].

3. ما تقدم وما تأخر = Secara balaghah ayat ini menunjukkan bahwa antara keduanya ada banyak tingkatan dosa-dosa manusia, yang keseluruhannya akan diampuni semuanya oleh ALLAAH SWT, ayat ini juga menjadi dalil adanya ke-ma’shum-an di kalangan para Nabi AS, yaitu pengampunan semua dosa baik besar maupun kecil. Dan penyebutan dosa Nabi SAW di sini sebagian mufassir menafsirkannya sebagai pahala para Al-Abrar dan kekurangan dari para muqarrabin (bukan sebagaimana dosa-dosa kita)[3] . (lebih…)