Mencoba Memperbaiki Diri

Posts tagged “nikah

Walimah Sukses

Setiap aktivis dakwah, pada masa single-nya, tentu memimpikan kelak merayakan pernikahan dengan walimah yang syar’i: sederhana, khidmat, penuh berkah dan manfaat. Namun tidak sedikit dari kita yang akhirnya harus mengalah pada kebijakan keluarga besar, dengan alasan untuk menghindari mudharat.

Banyak perkara tak layak bermunculan ketika penyelenggaraan pesta pernikahan akan atau tengah digelar. Dari hidangan yang berlebihan, tata ruang yang menyebabkan tamu laki-laki dan perempuan bercampur, dan yang paling menonjol; ritual adat yang melangkahi akidah.

Untuk yang belum menikah, tentunya akan lebih baik jika peluang mudharat tersebut dihindari sejak jauh hari, agar tak menyesal nantinya.

pengantin

pengantin

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai tindakan preventif sebelum walimah diselenggarakan:

1. Penuhi hak keluarga untuk didakwahi

Tidak sedikit dari kita yang sibuk di luar rumah. Asyik dengan target dakwah yang jauh, tapi lupa pada lingkungan terdekat. Waktu yang kita punya dipadati aktivitas dengan kawan kampus dan kantor, lalu pulang membawa lelah dengan sisa tenaga dan waktu yang tidak cukup untuk membagi ilmu pada anggota keluarga.

Sistem nikah islami yang tak mengenal ta’aruf (perkenalan) dalam waktu lama, akhirnya menjadi kambing hitam sulitnya menyamakan persepsi ‘nikah ideal’ antara calon pengantin dengan keluarganya. Padahal jelas, kekeliruan bukan pada syariatnya, tapi si da’i yang tak memperkenalkan tata cara walimah islami pada keluarganya jauh-jauh hari. (lebih…)


Saatnya untuk Menikah

Saatnya untuk menikah, kata-kata itulah yang kali ini terngiang-ngiang selalu di pikirannya, memenuhi relung hatinya, dan merasuki berbagai macam kegiatan yang ia lakukan.

Menikah, sebuah fitrah yang memang Allah ciptakan untuk menjadikan ketenangan bagi manusia. Ialah yang merupakan sebuah labuhan hati untuk jiwa-jiwa yang rindu akan kesucian cinta dan hakikinya hubungan manusia dengan Tuhannya. Menikah bukan hanya sekedar pemenuhan hawa nafsu atau keinginan untuk bersama antara dua insan saja, tapi lebih kepada sebuah jalan bagi para pembangun peradaban. Pernikahanlah yang menjadi sebuah titik tolak awal kebangkitan umat. Pernikahan yang baik dan suci serta pendidikan keluarga yang tarbawi-lah yang menjadi momentum yang akan membawa energi perubahan di masa mendatang.

Menikah bukanlah hal yang sederhana namun pula tak pantas untuk membuatnya menjadi kompleks yang akhirnya menghilangkan makna keindahannya. Menikah akan mempertemukan dua manusia yang memiliki karakteristik jiwa yang berbeda satu sama lainnya namun memiliki ketertarikan yang tak mampu dijelaskan dengan kata-kata biasa, sekalipun oleh para pujangga. Ia seolah seperti sebuah energi yang tersimpan kuat di dalam dada setiap manusia, terkadang tenang, terkadang bergolak, dan akhirnya ingin bertemu pada muara yang sama. (lebih…)


Komunikasi Efektif Suami Istri

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dijumpai pasangan suami istri yang terjebak dalam konflik berkepanjangan, hanya karena sebab yang sepele dan remeh. Mereka tidak mampu mengungkapkan keinginan dan perasaan secara lancar kepada pasangannya, yang berdampak muncul salah paham dan memicu emosi serta kemarahan pasangan. Ini menunjukkan adanya komunikasi yang tidak lancar, sehingga berpotensi merusak suasana hubungan antara suami dengan istri.

Ternyata, komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan keharmonisan kehidupan rumah tangga. Gagal berkomunikasi bisa mengancam keutuhan sebuah keluarga, bahkan sampai ke tingkat perceraian. Sebenarnya apakah maksud komunikasi, dan bagaimana agar bisa berkomunikasi secara efektif kepada pasangan?

Makna Komunikasi

Komunikasi adalah aktivitas menyampaikan apa yang ada dalam pikiran, konsep yang kita miliki dan keinginan atau perasaan yang ingin kita sampaikan pada orang lain. Komunikasi juga bermakna sebagai seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan. (B S Wibowo, 2002). (lebih…)


Tujuan Pernikahan dalam Islam

Untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang asasi

Pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang pernikahan). Bukan dengan cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara orang sekarang seperti: berpacaran, kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang jauh dan diharamkan oleh Islam.

Untuk membentengi ahlak yang luhur

Sasaran utama dari disyari’atkannya pernikahan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji yang telah menurunkan dan meninabobokan martabat manusia yang luhur. Islam memandang pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan serta melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih Menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

Untuk menegakkan rumah tangga yang islami

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq (perceraian). Jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah: “Thalaq (yang dapat dirujuki) dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zhalim”. (Al-Baqarah : 229). (lebih…)


Apa Hukumnya Menelan Mani?

Menelan air mani, terlepas suci atau tidaknya, adalah perbuatan yang tidak lazim dan merusak kepribadian (muru’ah) pelakunya. Baik itu kemauan suaminya atau isterinya. Bagi seorang muslim dan muslimah, hendaknya tidak melakukannya. Dalam rangka preventif jatuh ke perbuatan haram.

Di sini, saya bukan dalam posisi memutuskan halal-haramnya, namun mengajak kita berfikir tentang kepantasan, kelayakan, kepatutan, bagi seorang ahli kiblat.

sperma

sperma

Najiskah Mani?

Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini, sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah berikut:

ذهب بعض العلماء إلى القول بنجاسته والظاهر أنه طاهر، ولكن يستحب غسله إذا كان رطبا، وفركه إن كان يابسا.

“Sebagian ulama ada yang mengatakannya najis, namun secara zhahirnya sesungguhnya mani itu suci, tetapi disunahkan mencucinya jika masih basah, dan mengkeriknya jika sudah kering.” (Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, Juz. 1, Hal. 27)

Kalangan Hanafiyah mengatakan najis dengan alasan bahwa ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha pernah mencuci pakaian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang terkena mani, dan mengkeriknya jika mani itu kering. (otomatis, jika kita mengikuti pandangan hanafiyah, maka menelan mani adalah haram karena dia benda najis) (lebih…)


Jangan Takut Untuk Menikah

Penikahan Atau Nikah,Artinya Akad atau Ikatan Lahir batin diantara seorang laki-laki(Ikhwan) dan Seorang Wanita(Akhwat),yang menjamin halalnya pergaulan sebagai suami istri dan sahnya hidup berumah tangga,dengan membentuk keluarga yang sakinah,mawadah dan warohmah.disamping melampiaskan seluruh rasa cinta dan kasih sayang yang sah.Jika Nafsunya telah mendesak ingin segera menikah sedangkan ia tak mampu membelanjai(Nafkahi)Istrinya maka Alloh nanti akan melapangkan Rezekinya Setelah Menikah.Jika seseorang sudah bertekad hendak menikah baik Ikhwan maupun Akhwat dan niatnya untuk melamar seorang Gadis(Akhwat) ataupun Seorang Akhwat Melamar seorang IKhwan(Pria) tertentu sudah bulat,Islam Mensyariatkan agar ia melihatnya,sebelum memulai langkah teknis Selanjutnya.Selain Itu Mata juga merupakan penghantar hati,pertemuan mata dengan mata diharapkan bisa menjadi jalan menuju pertemuan antara dua hati dan perpaduan kedua buah jiwa untuk menikah dan kita Niatkan Menikah Hanya Karena Alloh.Tapi Kita Harus Tetap Berikhtiar (Berusaha). (lebih…)