Mencoba Memperbaiki Diri

Posts tagged “Renungan

Melejitkan Potensi Diri, Meraih Kesempurnaan

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Zat yang jiwaku berada di tangannya, tidaklah Alloh menurunkan baik di dalam taurat, di dalam Zabur, di dalam Injil, tidak juga di dalam Al Furqan (Al Quran) sebuah surat yang seperti ini, sesungguhnya ia adalah As Sab’ul Matsaani (Al Fatihah).” (Shahih, HR. Tirmidzi, 5/2875, disahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi, lihat Tafsir Ibnu Katsir jilid 1 hal 13)

Manusia itu memiliki dua potensi kekuatan: kekuatan ilmiah nazhariyah (pengetahuan dan pemikiran) dan kekuatan ‘amaliah iradiyah (perbuatan dan kehendak). Kebahagiaan yang sempurna bagi manusia sangat tergantung pada penyempurnaan kedua kekuatan ini; kekuatan ilmiah/pengetahuan dan kekuatan iradiyah/kehendak.

(lebih…)


Surat Dari Pengamat Salafi

SAYA  bersyukur kepada Allah yang telah memberikan saya hidayah untuk meyakini bahwa Islam yang benar hanya dapat dipahami dan diamalkan seba-gaimana manhaj para As-Salaf Ash Shaleh. Saya juga bersyukur karena Allah juga memberikan rasa cinta dalam hati saya kepada generasi terbaik itu.

Walaupun saya tak pernah bisa benar-benar sama dengan mereka (dan tak akan pernah sama), bahkan menyerupai pun rasanya jauh. Apa sih yang dapat kita lakukan di zaman yang penuh fitnah ini, selain berusaha meperkecil perbedaan kondisi pribadi kita (dalam hal aqidah, ibadah, mu’amalah dan akhlak) dengan kondisi keseharian kaum salaf ?

Di zaman ini, pengakuan diri  sebagai seorang salafy  mungkin  hanya  bisa  diterjemah-kan sebagai kesalaf-salafan saja, atau berusaha untuk menyerupai kaum As salaf  Ash Shaleh  saja. Dan itu sekali lagi amat berat. Jika ada yang merasa lebih dari itu, merasa  diri benar-benar pas dengan kehidupan kaum As Salaf Ash Shaleh, maka  menurut saya ia  hanyalah  orang yang tertipu oleh dirinya sendiri. (lebih…)


Ayat-Ayat Al Qur’an Tentang Sabar

Allah Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan:200)

Dan Allah Ta’ala berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)
(lebih…)


Sembilan Renungan Kehidupan

Kita bangun tidur di waktu subuh dan kemudian membasah wajah dengan air wudlu yang segar. Sesudah melaksanakan sholat dan berdoa. Cobalah menghadap cermin di dinding. Di sana kita mulai meneliti diri:

1. Lihatlah kepala kita! Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia di dalam pikirannya?

2. Lihatlah mata kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang? (lebih…)


Biodata Iblis

Nama : IBLIS LAKNATULLAH.

Nama Populer : Hantu, Syaitan, Pelesit, Jembalan dll

Kelahiran : Bermula dari keengganannya sujud kepada Nabi Adam a.s

Status diri : Fasik kelas pertama

Agama : Kufur

Tempat Tinggal : Di hati-hati mereka yang lalai

Alamat Tetap : Neraka jahanam

Kawasan : Di Setiap penjuru yang di dalamnya tiada usaha lansung untuk mengingati Allah

Arah perjalanan : Tiada haluan dan berliku-liku

Isteri : Setiap wanita yang tidak menutup aurat, tidak mentaati Allah, Rasul dan Suaminya (lebih…)


Sebab-sebab Naik-turunnya Iman dan Cara Meningkatkan Keimanan

CARA MENAIKKAN KADAR IMAN :

1. Pelajarilah berbagai ilmu agama Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits

a. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan renungkan maknanya

Ayat-ayat Al-Qur’an memiliki target yang luas dan spesifik sesuai kebutuhan masing-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Tuhannya. Sebagian ayat Al-Qur’an mampu menggetarkan kulit seseorang yang sedang mencari kemuliaan Allah, dilain pihak Al-Qur’an mampu membuat menangis seorang pendosa, atau membuat tenang seorang pencari ketenangan.

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS, Shaad 38:29)

”Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.” (QS, al-Israa’ 17:82) (lebih…)


Delapan Pelajaran Hari ini

Suatu hari, Syaqiq Al Balkhi berjumpa dengan Hatim. Syaqiq bertanya, “Selama sehari ini, ilmu apa saja yang sudah kau dapatkan?”

Hatim menjawab, “Aku mendapatkan delapan pelajaran:

Pertama, aku perhatikan segala sesuatu di dunia ini. Aku mendapati bahwa setiap orang memiliki kekasih yang sangat dicintainya. Lalu ketika ia mati, ia pun harus rela berpisah dengan kekasihnya. Maka aku menjadikan segala amal shalehku sebagai kekasihku supaya ia tetap bersamaku nanti di alam kubur.

week

week

Kedua, aku perhatikan firman Allah, “Dan orang yang menahan jiwanya dari hawa nafsu, maka surga adalah tempat kembalinya.” (QS. An Nazi’at:40) Maka aku berusaha dengan sungguh-sungguh melawan hawa nafsu agar aku tetap berada dalam ketaatan kepada Allah.

Ketiga, aku perhatikan bahwa setiap orang jika memiliki barang yang berharga, ia pasti selalu menjaganya dengan baik. Lalu aku perhatikan firman Allah, “Segala sesuatu yang berada padamu akan binasa, dan segala sesuatu yang berada pada Allah akan kekal abadi.” (QS. An Nahl: 96) Oleh karena itu, setiap kali aku memiliki barang berharga, aku selalu menitipkannya kepada Allah supaya menjadi kekal abadi selamanya. (lebih…)


Perjalanan Hidup

Bismilahirrahmanirrahiim.

Saya berlindung kepada Allah dari tipudaya setan yang terkutuk.
I seek the refuge in God, from satan the rejected.
Atas Nama Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
In the name of God, Most gracious and Most Merciful

Allah yang Maha menggenggam hidup kita. Dia Allah yang menghidupkan dan mematikan. Dialah Allah memberikan kebebasan untuk memilih dari banyak pilihan. Allah memberikan hadiah surga bagi yang mengikuti perintah-perintah-Nya. Allah menyediakan tempat neraka bagi yang melanggar-Nya.

Siapakah yang membangunkan kita di pagi hari, setelah tidur sepanjang malam dengan tenang? Bukannya kita mengucapkan terimakasih dan bersyukur setelah bangun, tapi langsung saja ke kamar mandi mencuci muka atau mandi bersiap untuk pergi bekerja. (lebih…)


Global Warming – Apa dan Mengapa

Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas Matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?

Global Warming

Global Warming

Sampai baru pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi. Apa itu gas rumah kaca?

Global Warming

Global Warming

Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini. (lebih…)


Jagalah Diri Kita, Saudariku!

Apakah kita pernah mengalami malas beribadah? Terasa berat untuk tilawah atau tidak merasakan kenikmatan ketika membaca Al Qur’an atau sholat? Atau mungkin merasa susah untuk bangun malam untuk qiyamulail? Padahal jam beker bejejer-jejer, udah disetel, alarm hp juga sudah disetting tapi ketika berdering tetap terlelap dalam tidurnya, ga kedengeran akhirnya mati-mati sendiri atau bangun dengan setengah sadar matiin beker trus tidur lagi. Padahal biasanya dengan mudah bisa bangun. So.. Apa yang terjadi dengan diri kita?

Atau mungkin kita pernah merasakan mulut ini terasa berat ketika melantunkan ayat-ayat Al Qur’an atau mengucapkan salam kepada saudara kita. Atau mungkin kita pernah mengalami kikuk, ngomong gak lancar, terbata-bata alias ‘blank’ ketika kita presentasi, ngajar atau ngisi halaqah/pengajian meskipun sebelumnya sudah mempersiapkan materi. Ada apa dengan kita?

ukhti

ukhti

Jika hal-hal seperti itu terjadi pada diri kita, maka segeralah kita evaluasi diri. Ada apa dengan diri kita? Kondisi seperti ini jangan dibiarkan begitu saja, lama-kelamaan akhirnya terbiasa. Seperti halnya penyakit, kalau sudah ada gejala segera periksa ke dokter dan minum obat biar gak ‘kasep’ dan segera sembuh. Begitu pula dengan ruhiyah kita, kalau sudah ada gejala osteoporosis ruhiyah seperti yang sudah dibahas di arttikel sebelumnya (lihat arsip) maka segera kita mutabaah diri kita, bagaimana hubungan kita dengan Allah dan apa yang sudah kita lakukan? (lebih…)


Menyisakan Kegembiraan dalam Kesedihan

Masih ingat kisah nyata seorang Ibu yang ditinggal mati empat anaknya? Seorang Ibu yang bernama Khansa itu adalah seorang penyair perempuan terbaik di jamannya. Empat anak laki-lakinya gugur di perang Qadisiah, di masa di masa Umar bin Khatab. Adapun ia memeluk Islam di masa Rasulullah. Jika kita ada di posisinya dapat kita bayangkan betapa kesedihannya teramat mendalam. Namun bagaimana ia mampu mengubah kesedihannya itu menjadi sebentuk senyuman kebahagiaan dengan ucapan keikhlasan atas kepergian anak-anaknya “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kemuliaan kepadaku dengan kematian putra-putraku sebagai syuhada dan doakanlah agar aku dikumpulkan bersama mereka di tempat yang penuh dengan rahmat-Nya.” Subhanallah begitu tegarnya hati sang ibu. Padahal sebelum memeluk agama Islam Khansa pernah kehilangan dua saudara laki-lakinya. Dan ia begitu teramat terpukul hingga ratapan-ratapannya tertuang dalam syairnya yang kemudian menjadi terkenal.

masjid

masjid

Apa sesungguhnya yang membuat Khansa bisa mengubah kesedihannya menjadi sebuah kegembiraan? Tidak lain adalah karena keimanannya terhadap agama barunya yaitu Islam. Yah Islam mengajarkan kepada umatnya untuk meyakini bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Setelah kesedihan pasti akan ada kegembiraan. Dalam surah Al-Insyirah ayat 5 Allah SWT berfirman “Fainnama’al Usri Yusro” Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Dan kembali ditegaskan pada ayat berikutnya “Innama’al usri yusro” Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. (lebih…)


Kesungguhan dan Harga Surga

Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad. (Ust. Rahmat Abdullah rahimahullah)

Petikan paragraf di atas merupakan pembukaan artikel berjudul Membangun dan Membina Militansi Kita yang ditulis oleh Ustadz Rahmat Abdullah rahimahullah. Sebuah pembukaan singkat namun menyentak hati setiap orang yang membacanya. Bagaimana tidak, sementara detik terus berdetak, hari terus berlari, waktu berlalu menorehkan catatan-catatan sejarah yang takkan pernah berhenti hingga matahari terbit dari barat. Sejarah telah mencatat keberhasilan orang-orang besar yang telah mengisi waktunya dengan jiddiyah (kesungguhan) dan bukan bersantai-santai, berleha-leha dan bertopang dagu sambil berangan-angan.

Tidak. Sekali-kali tidak. Bahkan dalam perjalanan mencari hidayah pun diperlukan sebuah kesungguhan hati. Sejarah tak pernah lelah mencatat semua kisah kehidupan manusia. Semuanya terekam dengan jelas dan detil. Siapa membaca akan mendapatkan pelajaran. Siapa acuh tak acuh akan terjatuh pada lubang yang sama. (lebih…)


Perempuan Berparas Cantik yang Tumbuh di Lingkungan yang Buruk

Ada sejumlah hal yang menghalangi terwujudnya ketentraman dan kasih sayang dalam kehidupan rumah tangga. Namun di antara penyebab utamanya adalah buruknya moral seorang perempuan.

Oleh karena itu luqman menasihatkan kepada anaknya, ”hindarilah perempuan yang buruk, karena ia dapat membuatmu menjadi tua sebelum waktunya”

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda,

Waspadalah kalian terhadap Khadhraa ad-diman


Para sahabat bertanya. ”Apakah yang dimaksud dengan Khadraa ad-diman, Wahai Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab ”yaitu perempuan berparas cantik yang tumbuh di lingkungan yang buruk”

Ini dikarenakan perempuan cantik yang tumbuh dalam lingkungan yang buruk akan kehilangan kehormatan dan kemuliaannya, dan barangkali akan menjerumuskan suaminya akibat kelalaian dalam seni merayu dan menggoda. Ia dianggap pakaian yang indah oleh suaminya, namun tidak beberapa lama ia menyobek pakaian tersebut ketika menganggap bahwa pelayanan yang diberikannya tidak seimbang dengan upah yang diberikan suaminya sehingga ia menuntut agar diberikan kebebasan untuk beraktifitas di luar rumah. (lebih…)


Iblis Datang Mengganggu Ketika Sakaratul Maut

Syaitan dan Iblis akan sentiasa mengganggu manusia, bermula dengan memperdayakan manusia dari terjadinya dengan setitik mani hinggalah ke akhir hayat mereka, dan yang paling dahsyat ialah sewaktu akhir hayat iaitu ketika sakaratul maut. Iblis mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan dan rombongan.

Hadith Rasulullah SAW. menerangkan:
Yang bermaksud: “Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada perdayaan syaitan di waktu maut.”

bunga

bunga

Rombongan 1

Akan datang Iblis dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat. Maka disebabkan orang yang di dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Iblis itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa kepada Allah SWT inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya. (lebih…)


Wasiat Rasulullah kepada Aisyah r.a Tentang Wanita

Saiyidatuna ‘Aisyah r.’a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda “Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau.
Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini…”
Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.

Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :

(a) Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah

(b) Tidak memuji Allah Ta’ala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur. (lebih…)


10 Pribadi Muslim

1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)

Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya:

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam” (QS. 6:162).
Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid.

2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)

Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda:
“Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)

Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an. (lebih…)


Tawadhu’

Seseorang belum dikatakan tawadhu’ kecuali jika telah melenyapkan kesombongan yang ada dalam dirinya. Semakin kecil sifat kesombongan dalam diri seseorang, semakin sempurnalah ketawadhu’annya dan begitu juga sebaliknya…

“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat-Ku, mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya” (QS. Al-A’raaf/7 : 146).

Tawadhu’ adalah salah satu akhlak mulia yang menggambarkan keagungan jiwa, kebersihan hati dan ketinggian derajat pemiliknya. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang bersikap tawadhu’ karena mencari ridho Allah maka Allah akan meninggikan derajatnya. Ia menganggap dirinya tiada berharga, namun dalam pandangan orang lain ia sangat terhormat. Barang siapa yang menyombongkan diri maka Allah akan menghinakannya.Ia menganggap dirinya terhormat, padahal dalam pandangan orang lain ia sangat hina, bahkan lebih hina daripada anjing dan babi” (HR. Al Baihaqi) (lebih…)


Doa yang Selalu Dikabulkan

Pagi itu, 3 Mei 1998, dari Jakarta, saya diundang mengisi seminar di IAIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Saya dudukdi bangku kedua dari depan sambil menunggu kedatangan pembicara lain, Mimin Aminah, yang belum saya kenal. Jam sembilan tepat, panitia menghampiri saya dan memperkenalkan ia yang baru saja tiba. Saya segera berdiri menyambut senyumnya yang lebih dulu merekah. Ia seorang yang bertubuh besar, ramah, dalam balutan gamis biru dan jilbab putih yang cukup panjang. Kami berjabat tangan erat, dan saat itu tegas dalam pandangan saya dua kruk (tongkat penyangga yang dikenakan-nya) serta sepasang kaki lemah dan kecil yang ditutupi kaos kaki putih. Sesaat batin saya hening, lalu melafazkan kalimat takbir dan tasbih. (lebih…)


Dasar Kebahagiaan Ada di Dalam Semangkuk Bubur

Hidup ini penuh lika liku…hidup ini penuh arus deras…hidup ini banyak aral rintangan… jika cinta yang kamu punya tidak kamu rawat dengan baik dan hanya mementingkan egomu & tuntutan hidup yang terbeban kepadamu, perlahan tapi pasti cinta itu akan hambar rasanya….

Berasnya adalah beras ketan, kualinya adalah kuali tanah liat, apinya berasal dari batu bara. Tiap hari subuh jam 4.30, pria ini menyulut api. Dalam kuali diisi air, untuk merendam beras yang telah dicuci. Menunggu air mendidih, beras dimasukkan. Menggunakan api besar memasak selama 10 menit. Setelah itu dirubah menjadi api kecil untuk direbus. Pria itu di pinggir kompor sedang membungkuk, menggunakan gayung mengaduk-aduk dengan perlahan-lahan. (lebih…)


Akibat salah Berdoa

Kadang-kadang dalam berdo,a kita minta segala-galanya, kita ingin mendapatkan yag terbaik. Oleh karena itu tanpa sengaja kita sering mendikte Allah. Berikut ini ada beberapa cerita tentang do,a yang dikabulkan Allah.

Temanku katakanlah namanya mbak Tatik. Beliau seorang istri sholihat, beliau sepertinya hidup dalam rumahku surgaku. Karena beliau orang selalu bersyukur terhadap segala sesuatu yang diberikan Allah. Beliau menghormati suaminya tapi beliau juga bisa memberikan koreksi jika suminya salah. Dan suaminyapun juga suami yang sholeh. Jadi kalau aku main kerumah mbak Tatik, aku menelpon dulu, aku tanya suaminya sekarang ada di rumah nggak? Kalau suaminya nggak ada baru aku main ke sana. Kalau sampe sana aku bertanya lagi, “suamimu pulangnya jam berpa?” Misalnya pulangnya jam tiga maka kurang lebih jam setengah tiga aku sudah pulang. Hal ini aku lakukan karena suami temanku itu sholeh banget dia selalu menjaga pandangan, menjaga hati, menjaga lisannya, hormat banget sama ibunya. Dia seminggu sekali pasti ke rumah ibunya hanya sekedar untuk memijiti ibunya, memotong kuku ibunya, ngramasi ibunya, membelanjakan semua keperluannya selama seminggu, mendengarkan keluh kesahnya. (lebih…)