Mencoba Memperbaiki Diri

Posts tagged “takdir

Jangan Berputus Asa Terhadap Sesuatu yang Luput Darimu

Segala puji bagi Allah, Rabb pemberi segala nikmat dan menakdirkan segala sesuatu dengan penuh hikmah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Di pagi yang berbahagia, di bulan penuh berkah dan bulan semangat untuk mentadabburi Al Qur’an, ada sebuah ayat yang patut direnungkan oleh kita bersama. Ayat tersebut terdapat dalam surat Al Hadid, tepatnya ayat 22-23. Inilah yang seharusnya kita gali hari demi hari di bulan suci ini. Karena merenungkan Al Qur’an, meyakini dan mengamalkannya tentu lebih utama daripada sekedar membaca dan tidak memahami artinya.

Allah Ta’ala berfirman,

(lebih…)

Iklan

Memahami Takdir Ilahi

Engkau tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk dan engkau harus mengetahui bahwa apa saja yang akan menimpamu tidak akan luput darimu dan apa saja yang luput darimu tidak akan menimpamu."

Beriman kepada Takdir

Kaum muslimin yang semoga dimuliakan oleh Allah Ta’ala, salah satu rukun iman yang wajib diimani oleh setiap muslim adalah beriman kepada takdir baik maupun buruk.
Perlu diketahui bahwa beriman kepada takdir ada empat tingkatan :

[1] Beriman kepada ilmu Allah yang ajali sebelum segala sesuatu itu ada. Di antaranya seseorang harus beriman bahwa amal perbuatannya telah diketahui (diilmui) oleh Allah sebelum dia melakukannya.
(lebih…)


Mencoba Memahami Takdir melalui Akal

Secara sederhana, Takdir dapat dijabarkan dalam dua istilah yaitu Qodho dan Qodr, yang dapat diartikan sebagai Ketentuan dan Ukuran. Untuk dapat memulai pembahasan ini, marilah kita bayangkan keberadaan sebuah pohon faktor. Pohon faktor ini berbentuk seperti segitiga, di puncaknya berdiri sebuah angka yang kita sebut ‘1’, yang merepresentasikan keberadaan kita saat ini. Bentuk segitiga ini adalah kerucut dengan puncak tunggal dan membesar di bawah, semakin ke bawah menjadi semakin besar, seiring dengan banyaknya pilihan probabilita dan konsekuensi dari tindakan.

takdir

takdir

Misalnya, kita berada dalam kondisi ‘haus’. ‘Haus’ = ‘1’ di puncak pohon faktor. Kita dapat memilih ‘minum’ (direpresentasikan dengan angka 2) atau ‘tidak minum’ (direpresentasikan dengan angka 2’). Misalnya, karena ‘haus’ (angka 1) maka kita memilih ‘minum’ (angka 2). Karena kita memilih ‘minum’ (angka 2), terjadi penjabaran faktor berikutnya menjadi pilihan minuman, yang dapat dicontohkan dengan beberapa angka; angka 3 = minum air putih, angka 3’ = minum teh, angka 3” = minum kopi, angka 3’” = minum soft drink berkarbonasi. Disini, di lapisan ‘angka 3’, kita bisa menambahkan pilihan sesuai selera kita – misalnya, ditambahkan dengan opsi ‘susu’, ‘wedang jahe’, ‘isotonik’, dan lain sebagainya.  (lebih…)